DPR khawatir Bos BKPM mundur karena diberi anggaran kecil
Merdeka.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Iskandar D. Syaichu khawatir Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mengundurkan diri karena tidak mampu mencapai target investasi.
Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, BKPM hanya mendapat anggaran sebesar Rp 524,5 miliar. Jumlah ini dinilai terlalu kecil untuk mengejar target realisasi investasi sebesar Rp 631,5 triliun.
"Kan ini kondisinya Rp 524 miliar dengan harapan target Rp 600 triliun ini berat. Khawatirnya dikasih target tinggi-tinggi malah tidak tercapai seperti pak Dirjen Pajak (mengundurkan diri)," ujarnya di ruang rapat komisi VI, DPR, Jakarta, Rabu (21/9).
Dia pun mengkritisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati karena memberi anggaran yang kecil kepada otoritas pengelola investasi tersebut. Iskandar khawatir peristiwa mundurnya Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Sigit Priyadi akan terulang lagi.
"Saya ingin ke BKPM, terus terang ada bu Ani (Menteri Keuangan), saya kok terenyuh dengan anggaran BKPM yang sangat kecil. Bapak hanya dapat Rp 524 miliar sementara BKPM harus mencari dana dari investor Rp 631,5 triliun. Itu nilai investasi yang bapak cari dengan anggaran yang didapat tidak sampai 0,05 persen," imbuhnya.
Untuk itu, dia meminta kepada mantan Menteri Perdagangan tersebut untuk berani buka suara perihal anggaran yang diterima, apakah cukup untuk memenuhi target yang dibebankan.
"Saya tidak tahu apakah BKPM bisa memenuhi target besar itu. Saya mau pak Thomas buka-bukan dengan anggaran kecil itu bisa tidak? Buka-bukaan saja pak biar bu Menkeu tahu," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya