Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR: Harga elpiji 12 kg turun, meringankan beban masyarakat

DPR: Harga elpiji 12 kg turun, meringankan beban masyarakat Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi keputusan Pertamina menurunkan harga elpiji 12 kilogram. Penurunan itu dinilai bisa meringankan beban masyarakat di tengah perlambatan ekonomi.

"Harga elpiji saat ini saya kira itu bagus. Pertama itu akan meringankan beban konsumen menengah ke bawah karena sekarang kan kita lagi mengalami krisis ya," kata Ketua Komisi VII DPR-RI Kardaya Warnika, Jakarta, Kamis (17/9).

Terkait itu, menurut Kardaya, pemerintah memang sudah seharusnya mengupayakan berbagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah gejolak ekonomi saat ini.

"Kalau mengalami krisis tentunya kita harus melakukan sesuatu yang bisa meringankan beban yang kena krisis itu, itu bagus."

Kemarin, Pertamina menurunkan harga elpiji nonsubsidi sebesar Rp 6.700 dari Rp 142.000 per tabung menjadi Rp 135.300 per tabung. Ini berlaku mulai 16 September 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan penurunan harga elpiji bervariasi antara Rp 6.400 per tabung sampai dengan Rp 17.900 per tabung. Sedangkan harga di tingkat agen di berbagai daerah juga bervariasi antara Rp 132.800 per tabung hingga Rp 157.400 per tabung.

"Besaran penurunan bergantung pada jarak Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) terhadap supply point-nya," tuturnya.

Untuk Jabodetabek, harga elpiji 12 Kg turun Rp 6.400 per tabung. Harga di agen turun dari Rp 141.000 per tabung menjadi Rp 134.600 per tabung.

"Penyesuaian harga juga dilakukan untuk merek-merek elpiji nonsubsidi lainnya dengan besaran tidak jauh berbeda per kilogram-nya."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP