Dorong TKI transaksi nontunai, Nusron yakin devisa naik 300 persen
Merdeka.com - Pemerintah menggiatkan transaksi keuangan nontunai di kalangan pekerja migran. Dengan begitu, harapannya kontribusi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terhadap devisa bisa meningkat 300 persen.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nurson Wahid mengungkapkan selama ini devisa terima negara dari lima juta TKI mencapai sekitar USD 7,7 miliar atau USD 700 juta per tahun. Asumsinya, setiap TKI mengirim uang ke keluarga di Tanah Air sekitar USD 1.700 per tahun.
"Dengan diberlakukannya program perlindungan keuangan TKI dapat meningkat menjadi USD 3.000," kata kata Nusron saat penandatangan nota kesepahaman terkait peningkatan transaksi non tunai dan akses keuangan bagi Tenaga Kerja Indonesia, di Jakarta, Senin (16/1). Pihak ikut meneken MoU itu adalah Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.
Sejauh ini sudah ada tiga bank memfasilitasi transaksi keuangan nontunai TKI. Yaitu, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Mandiri.
Menurut Nusron, transaksi nontunai mampu menghilangkan 80 persen pungutan liar selama ini memberatkan TKI. Berdasarkan identifikasi terdapat 16 titik pungli tersebut.
"Sampai ke Bandara itu penuh dengan sarang pungli, ada 10 titik pungli, kemudian setelah penempatan ada 3 titik pungli, setelah pemulangan ada di bandara, belum preman yang ada di Bandara, dan juga angkutan yang mengantar," terangnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya