Dorong penyerapan, pemerintah bakal gunakan karet untuk aspal
Merdeka.com - Pemerintah tengah mendorong penyerapan karet dalam negeri, mengingat harga karet hanya sebesar USD 1.280 per metrik ton. Yakni melalui penggunaan karet untuk bahan baku penunjang transportasi darat, laut, dan udara.
"Karet itu dari petani bisa diolah dan dicampur dengan aspal. Ini membutuhkan waktu. Paling tidak komitmen untuk pembangunan aspal menggunakan karet sudah disepakati. Nanti aspal yang berkaret, artinya ada serapan dari karet ke petani," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin (7/3).
Dengan adanya penyerapan tersebut, kata dia, maka secara otomatis juga akan mendongkrak harga karet dalam negeri. Bahkan, dia menargetkan penyerapan karet dalam negeri bisa mencapai 40 persen.
"Paling tidak serapan buat petani karet akan lebih besar yang selama ini 85 persen dari petani diekspor. Nah, ini yang sebagian diserap lagi untuk kebutuhan aspal itu," kata dia.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, nantinya pemerintah akan membutuhkan sekitar 200-250 juta ton karet untuk bahan baku penunjang transportasi tersebut, seperti jalan, peredam gempa, bendungan, dan lain-lain.
"Untuk aspal saja maksimal 15 persen dari campuran aspal. Tapi kita masih sekitar 10 persen dari total campuran. Jadi kalau kebutuhan aspal 1,6 juta ton per tahun kita kalau produksi karet bisa siap, kita bisa sekitar 160 ribu ton," jelas Basuki.
Nantinya penggunaan karet ini akan melibatkan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun swasta.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya