Dolar menguat, BI nilai wajar jelang putusan Trump soal bos baru The Fed
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memilih Gubernur Bank Sentral, Federal Reserve (The Fed) baru. Gubernur The Fed akan diumumkan pada awal November tahun ini.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan sikap Presiden Trump sangat memengaruhi pasar global. "Kejelasan terkait Gubernur Bank Sentral Amerika karena kan pasar masih menunggu Gubernur Bank Sentral Amerika-nya siapa, apakah masih Yellen (gubernur The Fed saat ini) apakah ganti itu kan sekarang dibicarakan," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/10).
Pasar, menurut dia, saat ini sedang melakukan adjustment (penyesuaian) sembari menunggu keputusan dan kemungkinan kebijakan fiskal yang akan dia ambil. "Pasar sedang meneliti apakah beliau-beliau ini alirannya dovish atau alirannya hawkish. Hawkish itu yang dianggap bahwa seneng dengan moneter yang ketat. Dovish itu senengnya dengan moneter yang longgar," jelas Mirza.
Oleh karena itu, jika saat ini ada sedikit penguatan terhadap dolar, menurut Mirza, merupakan hal lumrah. "Menurut kami hal yang normal-normal saja pada waktu market lakukan adjustment. Kemudian kita lihat ada sedikit outflow di pasar SBN menurut kami itu juga suatu yang normal," ujarnya.
"Setelah clear siapa Gubernur Bank Sentral Amerika setelah dicalonkan presiden Trump, pasar akan kembali stabil," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya