Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DNET akan tawarkan 14 miliar lembar saham

DNET akan tawarkan 14 miliar lembar saham Pembukaan BEI. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) berencana melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue dengan melepas 14 miliar lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 250 dengan harga pelaksanaan Rp 500 per saham. Dana yang diraih dari right issue diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

Dalam pelaksanaannya, 23 pemegang saham lama memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HEMTD). Alasan DNET melepas saham lantaran kinerja perseroan di bidang teknologi informasi tidak berkembang signifikan.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan Selasa (23/4), perseroan berencana melepas kegiatan usaha jasa akses internet dan fokus melakukan investasi di perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi.

Sekitar 28,55 persen dana dari hasil right issue akan digunakan untuk penyertaan saham pada PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) sebesar 35,84 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Sekitar 30,45 persen akan digunakan untuk penyertaan saham pada PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) sebesar 31,50 persen dari total saham ditempatkan dan disetor. Sekitar 37,65 persen akan digunakan untuk penyertaan saham pada PT Indomarco Prismatama sebesar 40 persen dari total saham ditempatkan dan disetor dalam Indomarco Prismatama dan sebesar 3,35 persen untuk modal kerja perseroan.

PT Terra Konsuma Investama dan PT Buana Capital akan bertindak sebagai pembeli siaga. Harga pembelian saham tersebut sekitar Rp 500 per saham. PT Buana Capital juga bertindak sebagai penasehat keuangan.

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam pelaksanaan rights issue pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 24 Mei 2013.

Sekadar diketahui, perseroan sepanjang 2012 mencatatkan aset sebesar Rp 16,82 miliar. Naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 16,70 miliar. Pendapatan perseroan turun menjadi Rp 13,92 miliar dari tahun sebelumnya Rp 18,37 miliar. Laba bersih perseroan anjlok menjadi Rp 221 juta dari periode sama tahun sebelumnya yang sanggup mencapai Rp 472 juta.

BEI sempat melakukan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) pada 22 April 2012 karena harga saham melonjak 141,67 persen menjadi Rp 580 per saham. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP