Ditolak Indonesia, kereta Jepang dilirik di mana-mana
Merdeka.com - Produk berkualitas selalu mendapat tempat. Begitulah kereta Jepang.
Ditolak Indonesia, kereta bikinan Negeri Matahari Terbit itu ternyata dilirik di mana-mana.
Situs berita Nikkei melaporkan, awal bulan ini, Menteri Transportasi Amerika Serikat Anthony Foxx mengunjungi Prefektur Yamanashi, sebelah barat Tokyo, untuk mengetes magnetically levitated (Maglev) train.
Itu adalah kereta api magnet berkecepatan 505 kilometer per jam dikembangkan oleh Central Japan Railway atau sering dikenal JR Tokai.
Seusai uji coba, Foxx ditemani JR Tokai Chairman Emeritus Yoshiyuki Kasai dan Japanese Transport Minister Keiichi Ishii mengatakan keajaiban transportasi sudah bergulir jauh. Dia juga mengumumkan rencana mengalokasikan anggaran USD 27,8 juta untuk melanjutkan studi kelayakan Maglev di Paman Sam.
Sebenarnya, dua proyek kereta cepat sudah digulirkan Presiden AS Barrack Obama sejak 2009. Yakni, Maglev koridor timur laut menghubungkan Washington, D.C dan New York yang bisa ditempuh dalam 60 menit. Seksi satu, rute Washington-Baltimore diharapkan bisa dibuka pada 2020.
Kemudian, proyek Shinkansen Texas. Ini menghubungkan Dallas dan Houston sepanjang 390 kilometer.
Namun, mandek lantaran sejumlah faktor. Antara lain, pemilu sela dan penolakan Partai Republik di kongres.
Alhasil, swasta kemudian bersedia mengambil alih proyek tersebut dari tangan pemerintah. Proyek Shinkansen Texas senilai USD 10-12 miliar diambil alih perusahaan properti lokal dan investor swasta lainnya.
Adapun Maglev, pengembangannya bakal dilakukan sebuah perusahaan swasta baru dengan menggandeng JR Tokai. Dan, Negara Bagian Maryland bakal terlibat dalam penggarapan studi kelayakannya.
Negeri Jiran Indonesia juga meminati kereta Jepang. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyambut baik keikutsertaan Jepang dalam lelang proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura sejauh 300 kilometer.
"Shinkansen dan teknologi rel Jepang sangat kompetitif," kata Najib saat mengunjungi Negeri Sakura. "Saya yakin perusahaan Jepang dapat bersaing dalam lelang proyek."
Dia menyebut sejumlah indikator untuk menentukan pemenang proyek. Yaitu, pendanaan, teknologi sistem operasi dan sarana kereta api (rolling stock).
Upaya Jepang untuk kembali mengekspor kereta cepat secara perlahan menuai hasil. Setelah sebelumnyaditolak Indonesia.Penolakan, kabarnya, sempat membuat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tak segan mengungkapkan kekecewaannya pada Presiden Jokowi, saat bertemu pada 22 November lalu. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya