Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditjen Pajak: Tak benar tax amnesty menyasar rakyat kelas menengah

Ditjen Pajak: Tak benar tax amnesty menyasar rakyat kelas menengah Ilustrasi Mafia Pajak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dunia maya, khususnya Twitter beberapa hari terakhir diramaikan cuitan dengan tagar #stopbayarpajak. Mereka membicarakan program amnesti pajak atau Tax Amnesty yang baru saja dilaksanakan pemerintah.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Hestu Yoga Saksama mengatakan, pemerintah tidak pernah memaksa wajib pajak kelas menengah untuk mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty), melainkan wajib pajak besar yang memiliki harta banyak namun belum dilaporkan.

"Saya tidak setuju kalau program ini tidak tepat sasaran. Kami tidak pernah sosialisasi (tax amnesty) di pasar tradisional yang isinya pedagang kecil, ke petani, ke nelayan kecil. Jadi tidak salah sasaran," kata Hestu di gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (30/8).

Dia menambahkan, pemerintah tetap memfokuskan target dari program tax amnesty kepada wajib pajak besar, mengingat mereka memiliki harta dengan jumlah yang besar. Namun, pemerintah juga membuka kesempatan yang sama bagi wajib pajak kelas menengah untuk bisa mengikuti program ini.

Dengan demikian, lanjut Hestu, dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan anggapan bahwa program tax amnesty bisa menekan masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Jangan ada pemahaman yang (wajib pajak) besar tidak dapat (dana tax amnesty), maka jadi menyasar ke yang kelas menengah. Ini tidak benar sama sekali. Yang besar tetap dapat perlakuan khusus. Tapi kita memberikan hak ke seluruh wajib pajak. Kalau kita menyasar ke yang besar saja, tapi wajib pajak lain bisa mendapat kesempatan yang sama untuk program ini, maka kasihan," imbuhnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP