Ditjen Bea Cukai Kemenkeu sulit rekrut anak buah kapal
Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan kesulitan untuk merekrut Anak Buah Kapal (ABK) yang ditugaskan untuk mengawasi titik-titik perbatasan laut Indonesia. Ditengarai hal tersebut lantaran mereka harus bersaing untuk merekrut ABK dengan swasta yang memiliki kemampuan menawarkan gaji lebih besar.
"Stok ABK jadi rebutan," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono saat berbincang dengan wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/6).
Untuk mengatasi itu, lanjut Agung, pihaknya menjalin kerja sama dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk mendidik pegawai Ditjen Bea Cukai menjadi ABK. "Ini untuk antisipasi jika kesulitan merekrut ABK yang sudah jadi."
Sekedar informasi, tahun ini Ditjen Bea Cukai hanya merekrut 12 dari 100 ABK yang mendaftar. Berdasarkan peta jalan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkeu 2014, Ditjen Bea Cukai membutuhkan 2.578 pegawai untuk seluruh posisi.
Itu tertinggi kedua setelah Ditjen Pajak yang membutuhkan tambahan 6.513 pegawai. Secara Keseluruhan, tahun ini, Kemenkeu membutuhkan tambahan 10.275 pegawai. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya