Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditanya soal inflasi, Menkeu sebut sudah lama tidak lihat data

Ditanya soal inflasi, Menkeu sebut sudah lama tidak lihat data Menkeu umumkan APBN-P 2013. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Chatib Basri hampir satu bulan menjalankan tugas sebagai menteri keuangan. Meskipun tergolong baru, Chatib dikenal cukup ahli di bidang makro ekonomi. Sayangnya, hal itu seolah tidak terlihat dari pernyataannya mengenai inflasi bulanan.

Salah satu yang dikhawatirkan pemerintah dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah kenaikan harga atau inflasi. Terlebih, kenaikan harga BBM dilakukan menjelang Lebaran dan bersamaan dengan musim tahun ajaran baru. Otomatis, tekanan terhadap inflasi akan sangat besar.

Disinggung mengenai hal ini, Menkeu Chatib Basri justru menanggapi dengan santai. Saat wartawan bertanya mengenai prediksi inflasi hingga Lebaran, Chatib hanya menjawab singkat. "Kalau ditanya bulanan saya sudah lama tidak lihat data. Saya jawabnya tahunan saja," kata Chatib di Istana Negara, Kamis (20/6).

Dia hanya menjamin bahwa pemerintah akan menjaga tekanan inflasi agar tidak terlalu besar. "Saya pasti akan jaga. Itu satu hal dibicarakan jaga harga bahan pangan. Kayak cabe merah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memprediksi, tekanan inflasi pada bulan ini bisa mencapai 0,7-0,9 persen. Tekanan inflasi akan semakin tinggi jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM.

"Kalau seandainya BBM naik itu akan lebih dari 2 persen per bulan. Kalau satu tahun 7,2 persen," jelas Agus Marto.

Disinggung mengenai kemungkinan inflasi bisa double digit karena kebijakan kenaikan harga BBM dan saat Lebaran, Agus Marto berjanji akan ada usaha keras dari pemerintah dan BI untuk mengendalikannya.

"Kalau misalnya Juni-Juli-Agustus relatif tinggi tapi kalau misalnya ada penyesuaian BBM itu tentu ada lebih tinggi, hanya 3 bulan tingginya setelah itu dia akan kembali menjadi rendah," katanya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui kebijakan menaikkan harga jual BBM memicu kenaikan harga pangan. Namun dia menegaskan bahwa hal itu sudah diprediksi dan bisa dikendalikan melalui manajemen stok.

Dia juga memastikan dengan kenaikan harga pangan itu, inflasi akan sedikit meningkat mulai akhir bulan ini.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan inflasi tertinggi atas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan terjadi pada Juli mendatang. Apalagi, bulan puasa bebarengan berlangsung bulan depan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP