Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditanya Soal Holding BUMN Asuransi, Ini Jawaban Bos Askrindo

Ditanya Soal Holding BUMN Asuransi, Ini Jawaban Bos Askrindo Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mempersiapkan pembentukan holding asuransi pelat merah yang diperkirakan bakal terealisasi tahun ini. Pembentukan holding ini bertujuan untuk menyehatkan industri asuransi yang ada di Indonesia, termasuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero), Andrianto Wahyu Adi mengaku tidak terlalu berharap untuk masuk holding asuransi BUMN tersebut. Namun tak menutup kemungkinan, apabila Askrindo ditunjuk induk BUMN maka pihaknya secara profesional akan siap bergabung.

"Kami hanya bilang kami akan memenuhi arahan dari pemegang saham, jadi tahun ini kami akan jalankan. kami kan peserta jadi gak mau terlalu (berharap)," kata dia sat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (21/8).

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menargetkan semua holding BUMN yang belum rampung di 2018 harus diselesaikan di kuartal I atau akhir Maret 2019. Menteri Rini ingin holding ini menjadi kado bagi HUT Kementerian BUMN ke-21 tahun ini.

Setidaknya ada beberapa holding yang ditargetkan selesai pada Maret 2019 yaitu holding sektor perumahan, asuransi, pertahanan, farmasi, pelabuhan, semen dan sektor kawasan.

"Karena kita pada April 2019 kan masuk usia 21 tahun, jadi itu usia yang dianggap sudah dewasa penuh, makanya selesaikanlah holding-holding itu," kata Menteri Rini saat berbincang dengan wartawan, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan, tujuan dirinya membentuk holding semata-mata untuk meningkatkan kekuatan BUMN itu sendiri dan bisa bersaing di kancah internasional. Selain itu, dengan holding, pembinaan dan pengawasan BUMN juga lebih mudah dilakukan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP