Disodok Kereta Cepat, Adhi Karya pasrah jalur LRT digeser
Merdeka.com - Pemerintah bakal menggeser jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ini agar tak berimpitan dengan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswodarman mengatakan, sebenarnya, trase LRT lebih dulu ditetapkan ketimbang kereta cepat. Namun, dia pasrah jika jalur kereta ringan harus diubah.
"Dari dulu kami idekan LRT di Selatan. ternyata high speed train datang juga ingin di Selatan. Ya kami serahkan ke Kementerian Perhubungan yang punya otoritas penetapan trase. Kalau LRT sendiri sudah ditetapkan di Selatan," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/2).
Terkait itu, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dikabarkan berkomitmen bakal menyediakan lahan untuk LRT. KCIC adalah perusahaan bentukan China dan konsorsium badan usaha milik Indonesia.
Namun, Kiswodarmawan belum mengetahui pasti kebenarannya.
"Saya dengar KCIC mau bebasin lahan untuk menempatkan jalur LRT. Tapi saya kan tidak tahu itu benar atau tidak."
Dia belum bisa memastikan berapa besar tambahan investasi yang timbul akibat pergeseran trase tersebut.
"Ya lihat berapa meter pergeserannya. Saya tidak tahu jalur kereta cepat. Saya belum disuruh jalurnya kemana."
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, berdasarkan kajian, pergeseran trase LRT lebih minim risiko ketimbang kereta cepat. Adapun jalur berimpitan antara LRT dan kereta cepat terletak di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya