Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disindir Hatta, Kementerian ESDM membela diri

Disindir Hatta, Kementerian ESDM membela diri Pemasangan RFID. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membela diri atas sindiran Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa soal program pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kementerian ESDM mengklaim telah menjalankan program tersebut.

Indikatornya, 2.000 konverter kit telah dibagi ke instansi pemerintahan untuk program konversi dari BBM ke BBG.

"Kita sudah anggarkan, artinya mendistribusikan 2.000 bukan 1.500, total anggaran yang dialokasikan Kementerian ESDM sudah didistribusikan ke semua seluruh kendaraan-kendaraan TNI, Polri, Pemerintah, ada juga ke pemerintah daerah," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro di JCC, Jakarta, Senin (24/3).

Jika Hatta mempertanyakan program tersebut yang tidak jalan, ESDM justru mengklaim makin gencar menjalankan program pengendalian BBM. Tak terkecuali untuk kendaraan pribadi. Namun, untuk tahun ini hanya difokuskan terlebih dahulu kepada instansi pemerintahan.

"Ya namanya orang itu kan tidak bisa langsung, tapi kalau orang pemerintahannya sudah pakai, kan ini sebagai percontohan," jelas dia.

Ke depannya Edy mengaku siap menerima berapapun anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam program konverter kit. "Ya kita dikasih sedikit cuma 500 konverter kit ya kita mau," ungkapnya.

Sementara untuk proses tender pengadaannya, ditargetkan dimulai tahun ini. "Hingga saat ini masih banyak kendaraan-kendaraan untuk pemerintah daerah yang masih belum terpasang alat konverter," ucapnya.

Sebelumnya, tingginya konsumsi BBM bersubsidi berkorelasi dengan anggaran subsidi dan mengancam kesehatan fiskal negara.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa berjanji memfokuskan diri pada penyehatan defisit fiskal yang tidak boleh melebihi angka 3 persen. Konsumsi BBM bersubsidi tidak boleh melebihi kuota yang telah ditentukan dalam APBN.

Hatta lantas menyindir anak buahnya terkait program pengendalian konsumsi BBM yang jalan di tempat.

"48 juta kilo liter dijaga, jangan dibiarkan melebihi itu. Mana itu RFID, ngomong doang, capek kita. Pengendalian mana pengendalian," ucap Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (19/3). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP