Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disindir soal ekonomi RI waspada krisis, ini kata Sri Mulyani

Disindir soal ekonomi RI waspada krisis, ini kata Sri Mulyani Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyanggah kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah berada dalam lampu kuning. Dia pun menegaskan pemerintah akan selalu mewaspadai semua gejolak yang terjadi.

"Kita tetap akan melihat ekonomi secara waspada dan hati-hati, kita melakukan seluruh policy kita, respon terhadap situasi yang berkembang," kata Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (24/5).

Dia juga menegaskan kondisi pertumbuhan ekonomi dalam kondisi yang aman, yaitu di atas 5 persen. "Pada dasarnya seluruh yang disebut makro ekonomi growth-nya di atas 5 persen, fiskal kita di bawah menuju 2 persen, inflasinya sekitar 3,4 persen," ujarnya.

Sementara itu, tekanan yang dialami neraca pembayaran terjadi karena Rupiah yang sedang melemah. Untuk itu, pemerintah akan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan kondisi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Neraca pembayaran kita mengalami tekanan karena current account defisit, oleh karena itu kita perlu melakukan adjusment terhadap situasi yang sekarang berkembang," tandasnya.

Sebelumnya, Rizal Ramli mengingat saat Indonesia mengalami krisis ekonomi dahsyat pada 1998 silam. Sebelum itu, atau tepatnya tahun 1996, Rizal Ramli sudah mengingatkan pemerintah akan dihadapi masalah besar.

"Pada 1996 kami mengeluarkan forecast 200 halaman, kami bilang hati-hati karena ada awan mendung di atas Indonesia jadi krisis tapi kami dibantah semua analisis internasional, Rizal Ramli nggak benar. Gubernur BI, Menkeu bantah. Padahal kami sederhana (indikator) account defisit Indonesia negatif cukup besar itu pasti bikin rupiah melemah dan utang Indonesia, swasta banyak banget. Rupiah overvalue 8 persen saat itu, tapi saya dibantah," katanya.

Pemerintah saat itu kata Rizal masih mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat di Asia Tenggara. Namun, tak lama berselang, Indonesia dihantam krisis ekonomi hebat.

Ekonom Kwik Kian Gie mengatakan, jika melihat di era Jokowi saja, nilai tukar Rupiah sudah rontok mencapai sekitar Rp 40 persen. Kwik Kian Giet tak banyak bicara atau mengulas masalah ini. Menurutnya, dari data di atas sudah bisa didapat kondisi fundamental Indonesia. "Jadi kalau kita lihat begini, dampak fundamental sudah tercermin dari Rupiah."

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP