Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirut Pertamina: Bisa saja harga BBM naik terus

Dirut Pertamina: Bisa saja harga BBM naik terus Kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Pertamina ikut angkat bicara soal naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Gejolak harga minyak dunia dan anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS jadi kambing hitam.

"Harus diketahui, kita beli minyak dan gas bumi dengan Dolar. Kalau saat ini Dolar naik, tentu harus disesuaikan pula dengan pasar di dunia untuk pembelian bahan bakar minyak dan gas bumi," ujar Direktur Utama Dwi Soetjipto saat membuka acara Forum Sharing Teknologi Hulu, di Patrajasa Kuta Bali, Senin (30/3).

Harga minyak dunia saat ini berada di kisaran USD 60 per barel. Diprediksi bakal terus berfluktuasi. Hal ini diyakini bakal berimbas pada Indonesia. "Kisaran minyak khususnya untuk BBM di negara kita bisa saja akan terus naik," tegas Dwi.

Dia tidak segan menyebut Indonesia dalam kondisi kritis sektor energi. Indikatornya, produksi minyak nasional menurun dan tidak sejalan dengan lonjakan konsumsi bahan bakar di dalam negeri yang terus tumbuh.

"Di tahun 2030 nanti, permintaan energi mencapai 16 quad BTUS. Situasi ini sudah dapat dipastikan akan membawa Indonesia dalam keadaan kritis," katanya.

Namun Dwi tetap mengklaim kinerja perseroan dalam meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, Perseroan mengklaim sukses meningkatkan produksi minyak dan gas bumi mencapai 7 persen.

"Ini suatu hal yang luar biasa di tengah penurunan produksi nasional. Ini merupakan hasil dari pemanfaatan teknologi Hulu oleh insan Hulu pertamina," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP