Dirut Merpati ikhlas 50 pilotnya mundur
Merdeka.com - Krisis financial yang melanda PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) membuat gaji para pegawai belum terbayarkan sejak 26 Desember 2013, bahkan operasional pesawat terhenti pada awal bulan ini. Hal ini, mengakibatkan 50 pilot terpaksa mengundurkan diri mencari tempat kerja lain.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama, Asep Ekanugraha mempersilakan para pilot mengundurkan diri. Sebab, kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan untuk memberikan penghasilan sebagaimana mestinya.
"Saya sayang kepada pilot, kami sangat memahami bagaimana feel dari pilot, bahkan untuk mengatasi ini kita membuka keran mandatori untuk bisa melakukan bekerja di operator lain," ujar Asep saat jumpa pers Jakarta, Senin (10/2).
Namun demikian, Asep yang memulai kariernya di Merpati sebagai pilot ini mengaku belum mengetahui 50 pilot mengundurkan diri. Oleh karenanya, manajemen Merpati akan melakukan pengecekan kembali mengenai berapa pilot yang telah mengundurkan diri dari Merpati.
"Belum melakukan kroscek dengan direktur operasional, tetapi prinsipnya kami sadar manajemen melakukan keterbatasan untuk karyawan. Ini bukan sengaja dan kesewenangan manajemen, ini bagian dari krisis untuk hidup, melakukan treatment-treatment tadi belum menyentuh ke pegawai," jelasnya.
Buat Asep, krisis yang ditanggung oleh Merpati menjadi penyebab para pegawai Merpati seperti pilot, pramugari dan karyawan lainnya belum dibayarkan kewajibannya. "Kami sadang melakukan crosscheck keabsahan data, tapi sekarang bagaimana kita tetap hidup, kita lakukan treatment, karena kecepatan masalah datang yang tidak sebanding dengan solusi".
Asep mengaku Merpati dapat membayarkan hak para pegawainya (gaji) setelah program Kerja Sama Operasional (KSO) terselesaikan. Namun, KSO tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Jadi tentunya kita sangat menginginkan untuk semua rute untuk bisa diterbangkan, dan memberi hak normatif pegawai," jelasnya.
Menurutnya, rencana penambahan fleet plan melalui KSO dengan pesawat yang berisi 20 dan 60 penumpang tentu akan membuka peluang tenaga kerja baru. Untuk itu, dia akan bekerjasama dengan sekolah pilot yang dimiliki oleh Merpati dan sekolah pilot lainnya.
"Penerbangan umroh, akan menyedot kebutuhan training, penambahan fleet menyedot tenaga kerja," ucapnya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya