Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirut BEI: Aset Kripto Bukan Saingan Bursa Saham

Dirut BEI: Aset Kripto Bukan Saingan Bursa Saham Bitcoin. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman menegaskan, aset kripto atau cryptocurrency bukan pesaing bagi bursa efek Indonesia. Penyataan ini merespon kian meningkatnya jumlah investor kripto di Tanah Air dari waktu ke waktu.

"Kita tahu bawa seharusnya kripto bukan kompetitor bursa," kata Iman dalam acara Konferensi Pers Akhir Tahun 2022 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/12).

Iman menerangkan, karakteristik investor di aset kripto maupun pasar bursa amat berbeda. Di mana karakter investor kripto umumnya berani akan risiko yang dihadapi.

"Karena risk orang berbeda-beda, sama dengan investor," ujar Iman.

Sebaliknya, karakter investor di pasar bursa lebih cenderung memilih aman dalam berinvestasi. Tidak seperti investor kripto yang nekad mengambil risiko.

"Karena (investor) kita berbeda dengan kripto," ucap Iman.

Oleh karena itu, BEI memilih terus fokus melakukan sosialisasi dan edukasi bagi para investor maupun calon investor yang tertarik berinvestasi di pasar modal. Dengan ini, investor diharapkan mengerti akan risiko dari kegiatan investasi yang dilakukan.

"Yang penting bagi bursa (BEI) adalah bagaimana kita melakukan literasi dan sosialisasi, sehingga investor-investor mengerti risiko-nya," kafa Iman mengakhiri.

Sri Mulyani soal Kripto: Nilainya Triliunan, Tiba-Tiba Bust dalam Semalam

Sebelumnya, Sri Mulyani menyebut perkembangan kripto sebagai disrupsi dari teknologi. Dia menggunakan istilah boom dan bust untuk menggambarkan siklus ekspansi dan kontraksi.

"Pasti di ruangan ini tahu kripto market yang beberapa bulan atau setahun terakhir semua mengirim WhatsApp (WA) ke saya, kripto boom. Jumlahnya yang tadi hanya ratusan miliar jadi triliunan. Tiba-tiba bust semalam," tuturnya dalam Puncak Peringatan Hakordia Kementerian Keuangan di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Sri Mulyani menilai masalah yang terjadi pada kripto terletak pada tata kelolanya. "Itu juga masalah tata kelola," sambungnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP