Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Direksi Pertamina menghambat kebijakan populis maka perlu disingkirkan'

'Direksi Pertamina menghambat kebijakan populis maka perlu disingkirkan' Diskusi Rapat Umum Pemegang Saham Pertamina. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pengamat Energi, Marwan Batubara, menilai pencopotan Elia Massa tidak tepat. Menurutnya, pencopotan tersebut berbau kepentingan politis. Elia Massa dianggap tidak mendukung program bahan bakar minyak (BBM) penugasan.

"Maka saya katakan pergantian ini karena yang ada di Pertamina, adalah orang-orang yang tidak kondusif untuk menjalankan kebijakan politis dari pemerintah. Itu yang paling basic," ungkapnya di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (21/4).

"Yang jadi masalah karena kebijakan ini ingin dipaksakan. Kebijakan populis ini tetap dijalankan, lalu di sisi lain direksi justru terkesan menghambat maka ini perlu disingkirkan," lanjut dia.

Menurut dia, sikap yang diambil Massa sebenarnya untuk melindungi Pertamina. Mengingat keharusan menjual BBM penugasan membuat perseroan merugi.

"Pak Massa ingin supaya dia tidak rugi dari penjualan BBM penugasan, adalah supaya uangnya cukup untuk menjalankan program RDMP dan di kilang baru yang dicanangkan 5 tahun lalu sebelum Pak Massa jadi Dirut. Dan itu saya kira strategis," katanya.

Menurut Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) itu, sikap tidak menjalankan BBM penugasan, dan selalu menyatakan rugi kalau menjual Solar dan Premium merupakan sikap yang sejalan dengan kepentingan ketahanan energi nasional.

"Karena tadi saya sebutkan kita ini sudah menjadi negara yang nett importir sejak 2004 dan akan terus bertambah dan tahun 2020, 1,5 juta barel kita impor.Bukan cuma minyak mentah yang kita impor, nanti mayoritas BBM. Karena kilang kita tidak mampu menyuplai kebutuhan yang ada di dalam negeri," imbuhnya.

Dia berpandangan, jika pemerintah sudah berkomitmen untuk tidak menaikan harga BBM, maka kebijakan logis yang harus dilakukan adalah dengan menambah nilai subsidi, bukan membebani Pertamina.

"Politis banget itu, kalau tidak boleh naik harga BBM harusnya anggaran untuk subsidi juga ditambahkan karena Pertamina juga kesulitan dalam membangun kilang, anggarannya tertahan untuk menutup subsidi BBM," tandasnya.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa memutuskan untuk mencopot Elia Massa Manik dari jabatan Dirut PT Pertamina (Persero). Sambil menunggu penetapan jabatan Dirut yang baru, Nicke Widyawati ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) dirut, calon induk holding migas itu.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP