Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Direksi BUMN sering cekcok lantas curhat ke Dahlan

Direksi BUMN sering cekcok lantas curhat ke Dahlan Gedung pusat Kementerian BUMN. (c) wordpress.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membuka layanan pengaduan bagi seluruh jajaran pejabat di kementerian maupun perusahaan BUMN secara tertulis maupun lisan. Laporan yang diterima Dahlan biasanya berupa curhatan para direksi mengenai perilaku pegawai.

"Laporan itu pasti ada. Itu laporannya ke orangnya pak Dahlan terus di forward ke pak Dahlan kemudian di bahas di grup," ujar salah satu sumber merdeka.com selaku pejabat di kementerian BUMN kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (20/12).

Biasanya, aduan tersebut berupa keluhan ada salah satu direksi yang tidak bekerja secara tim kemudian meminta izin kepada Dahlan untuk dilakukan pergantian. Namun, Dahlan melakukan pengecekan apakah laporan tersebut benar adanya.

"Biasanya ada yang curhat soal tim mereka, misal direktur bagian ini tidak dapat bekerja secara tim terus minta izin untuk diganti. Kalau untuk main golf ya baru di PT. BKI saja," jelasnya.

Menurutnya, setelah Dahlan dan jajarannya menindak lanjuti atas laporan tersebut guna membuktikan kebenarannya. Apabila terbukti hasil investigasi dan laporan sesuai maka dilakukan tindakan pemberhentian terhadap oknum yang dilaporkan.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah kepala Humas dan protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, mengaku dalam pemberhentian Direksi memiliki mekanisme tersendiri.

Berdasarkan peraturan di kementerian tersebut, pemberhentian pejabat dikarenakan ada masalah hukum, habis masa jabatan, dan tidak sesuai dengan visi pimpinan untuk membentuk tim impian (dream team) direksi BUMN.

Selama ini, kasus hukum yang menyebabkan Dahlan memberhentikan Direksi perusahaan pelat merah terjadi pada Direksi SHS, Dirut Pertani yang memang terbukti terlibat kasus korupsi. Sedangkan faktor dream team, artinya Menteri BUMN tak akan segan mencopot pimpinan perusahaan pelat merah apabila ada Dirut dan direksi tidak ada saling kecocokan dalam bekerja secara tim.

"Pak Dahlan itu punya sistem dream team. Jadi pimpinannya sebagai Dirut dilihat bagaimana dalam bekerja apa ada kecocokan atau tidak dalam satu tim. Ini tujuannya untuk kemajuan perusahaan," jelasnya.

Menurut Komisaris PT. BKI ini, Dahlan menggunakan sistem menjaga pimpinan BUMN terdiri hanya oleh tim pilihannya, agar tidak terjadi sistem politisasi dalam pengangkatan atau pemberhentian direksi.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP