Dipamerkan di Kemenperin, produk batik napi Yogya laku Rp 500.000
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan Pameran Produk Unggulan Narapidana tahun 2016. Pelaksanaan pameran ini sendiri akan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Pantauan merdeka.com, booth dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menampilkan produk narapidana hasil dari memanfaatkan limbah tak terpakai. Salah satu produknya adalah miniatur sebuah kapal pesiar yang dibuat dari plastik formika, besi rongsok dan sisa Galfalum.

Kasubsi Bimbingan Kerja Lembaga Permasyarakatan Kelas 2A Yogyakarta, Emon Yudo Dwiwarso mengatakan, produk yang dipamerkan dari DIY harganya bervariasi. Mulai dari yang termurah Rp 3.000 sampai yang termahal Rp 500.000.
"Kita paling mahal baju batik. Paling murah aksesoris seperti gelang, gantungan kunci dan sejenisnya," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (19/4).
Tahun ini, lanjutnya, perwakilan Lapas dan Bapas dari seluruh DIY memamerkan 100 lebih jenis produk unggulan narapidana. "Perwakilan dari 6 rutan lapas dan 2 rutan bapas. Dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul dan lainnya yang kira-kira 100 jenis lebih," tuturnya.
Dari hasil penjualan pameran tersebut, kata Emon, akan dikembalikan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) masing-masing. Selain itu, pihaknya juga tidak menargetkan penjualan pada pameran ini.
"Karena ini pameran, saya tidak target. Dana penjualan untuk pembinaan lagi, untuk disetorkan ke negara, 50 persen setor ke negara untuk PNBP, 50 persen untuk pemasukan narapidananya," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya