Dinonaktifkan, 4 orang Pertamina diduga kerja sama pengadaan minyak
Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengatakan empat orang yang dinonaktifkan dalam kasus Petral diduga melakukan kerja sama dengan pihak ketiga pengadaan minyak. Hal ini berdasarkan audit forensik yang dilakukan Kordha Mentha dalam pengadaan minyak sepanjang 2012-2014.
"Sudah kita nonaktifkan dan sedang kita lakukan investigasi lebih lanjut. Kesalahannya diidentifikasi dia kerja sama dengan pihak luar yang membuat kita harus membeli lebih mahal," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/11).
Lebih lanjut, 4 orang yang sudah di nonaktifkan ini memiliki jabatan manajer saat masih di Petral. Dalam audit tersebut, juga masih diselidiki keterlibatan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.
"Jabatannya macam-macam waktu di masa kemarin. Ada manajer. Sementara masih dari Petral saja, yang di ISC masih dalam penyelidikan," kata dia.
Selain itu, Dwi menegaskan masih akan mempelajari lebih lanjut terkait permintaan DPR untuk meminta hasil lengkap audit Petral.
"Kita akan pelajari permintaan itu," tegas dia.
Ditempat yang sama. Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika mengakui, hingga saat ini DPR belum menerima hasil audit secara lengkap.
"Hasil audit petral sebagian besar kita belum bisa menyampaikan. Karena belum ada bahan. Jadi saya minta bahan dulu," kata Kardaya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya