Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dilema Ekonomi Indonesia

Dilema Ekonomi Indonesia Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 tumbuh 7,07 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Menteri Keuangan era Presiden SBY, Chatib Basri mengatakan, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap positif caranya dengan mempercepat proses vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity.

"Saya ingin mengatakan bahwa kalau kita ingin menjaga momentum dari pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai baik di 7 persen, maka percepatan vaksin itu menjadi sangat penting," kata Chatib dalam Dialog ekonomi, Kamis (5/8).

Dia menjelaskan, memang sebelum penerapan PPKM yakni periode April-Juni mobilitas masyarakat bergerak, kegiatan ekonomi mulai membaik. Namun, karena mobilitas masyarakat terlalu terbuka menyebabkan kasus covid-19 meningkat kembali dan ekonomi terancam.

"Nah persoalannya adalah kita selalu ada di dalam dilema ini karena mobilitas yang dibuka terlalu jauh itu juga memiliki risiko mengenai infected kasus yang naik. Sehingga pandemi nya itu kemudian menjadi muncul lagi seperti yang kita hadapi sekarang. Kemudian harus diketatkan lagi," ujarnya.

Percepat Vaksinasi jadi Kunci

jadi kunciRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Maka langkah yang harus dilakukan untuk menjaga pemulihan ekonomi ke depan beriringan dengan kesehatan, yaitu ada dua kuncinya. Pertama menerapkan prokes dengan ketat.

Jika dilihat, penerapan prokes di Indonesia tidak sebaik di Singapura dan Vietnam maupun negara lainnya. Maka kunci kedua, adalah mempercepat proses vaksinasi.

"Kalau kita ingin menjaga pemulihan ke depan. Maka yang harus dilakukan adalah bagaimana tetap mobilitas berjalan, tetapi tetap aman itu itu kuncinya. Sebetulnya ada dua hal solusinya, satu, menjaga prokes, ya saya masih terus terang dalam soal disiplin kita mungkin tidak sebaik Singapura atau Vietnam. Kalau disiplinnya masih kurang opsi kedua adalah vaksin yang dipercepat," ujarnya.

Chatib mengatakan ada perbedaan perekonomian negara yang angka vaksinasinya sudah tinggi dengan yang masih rendah. Contohnya beberapa negara di Amerika Serikat seperti di New York, Boston, Massachusetts, kinerja ekonominya membaik karena vaksinasinya sudah mencapai 50 persen.

"Tetapi di negara bagian seperti Missouri yang under vaksin itu itu performance nya agak sulit. Kita juga bisa lihat bahwa di Amerika Serikat itu pemulihan ekonominya bentuknya huruf V, karena vaksinnya tinggi itu juga yang terjadi misalnya di beberapa negara Eropa dan Cina," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP