Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Digitalisasi dan matinya toko ritel di Tanah Air

Digitalisasi dan matinya toko ritel di Tanah Air Seven Eleven. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Nasib malang nampaknya tengah menimpa beberapa toko ritel Tanah Air. Perlahan tapi pasti, satu persatu toko ritel mulai gulung tikar. Supaya tidak mendatangkan rugi yang begitu besar, pihak perusahaan-pun berinisiatif memberi potongan harga jual yang cukup besar pada setiap produk yang diperdagangkan sebelum resmi melakukan penutupan.

Adapun toko ritel yang secara resmi telah menutup gerainya di sejumlah daerah antara lain PT Modern Internasional Tbk yang menutup seluruh gerai anak usahanya yaitu 7-Eleven (Sevel) di seluruh Indonesia. Kemudian PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (Ramayana) melakukan penutupan delapan gerainya di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, penutupan gerai juga dilakukan oleh PT Matahari Department Store Tbk terhadap dua gerai tokonya di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, Jakarta. Terakhir, kabar terbaru penutupan gerai ritel datang dari Lotus Department Store. Lotus rencananya akan melakukan penutupan toko secara resmi pada akhir bulan ini di Thamrin, Cibubur, dan Bekasi.

Menanggapi kondisi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kesiapan masyarakat dalam beradaptasi pada perubahan zaman yang sangat cepat. Dia mencontohkan, salah satu perubahan dalam pola belanja dari offline ke online.

Menurutnya, pengusaha ritel konvensional seperti mal dan toko banyak yang gulung tikar atau tutup akibat tak mengikuti perkembangan zaman. "Ini sering tidak kita sadari," katanya seperti dikutip dari Antara di Semarang, Selasa (17/10).

Maka dari itu, presiden menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam situasi perkembangan global yang begitu dinamis untuk mempersiapkan langkah dan antisipasinya. "Perguruan tinggi yang ada di depan untuk antisipasi ini, persiapan-persiapan ini harus kita lakukan karena kalau tidak terkaget-kaget kita," katanya.

Secara khusus, dia meminta kepada perguruan tinggi khususnya Universitas Diponegoro (Undip) agar mampu menjadi motor penggerak perubahan dan berubah menyongsong perubahan tersebut. Dia menambahkan, fakultas dan program studi pada perguruan tinggi harus mampu memenuhi kebutuhan spesifik yang berkembang saat ini, sekaligus memenuhi kebutuhan inovasi-inovasi disruptif.

"Ubah pola pembelajaran sehingga mendorong inovasi, memfasilitasi mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif, untuk mempunyai karakter, etos kerja yang tinggi, memiliki leadership atau kepemimpinan yang baik, jiwa antikorupsi, jiwa toleransi, inovatif, dan kreatif karena kompetisi antarnegara sangat ketat dan sangat sengit," katanya.

Lalu, apa langkah pemerintah selanjutnya? Silakan klik selanjutnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP