Didukung Megawati, Susi Pudjiastuti Sebut Perusak Lautan Harus Hilang
Merdeka.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyambut baik pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengomentari masalah benur atau benih lobster. Menurut Susi, Presiden Republik Indonesia ke-5 itu, telah menunjukkan bentuk kepeduliannya terhadap permasalahan benih lobster yang terjadi di Tanah Air.
"Hari ini sangatlah indah. Saya menangis karena sukacita. Ibu Mega akhirnya bersuara, terimaksih sekali lagi Ibu. Ibu bicara tentang hal ini saya yakin Ibu akan menjaganya," kata Susi seperti dikutip dari akun twitternya @susipudjiastuti.
Susi berharap, ketua umum PDIP itu bisa menghentikan semua permasalahan yang ada di sektor laut. Mulai dari cantrang, trawl, ilegal fishing, perdagangan coral.
"Semua cuma Ibu yang bisa hentikan. Kawani susi untuk jaga laut Ibu. Larang yang merusak lautan Ibu," tulis Susi.
Megawati Dukung Larangan Ekspor Benih Lobster
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati mengaku sedih adanya masalah korupsi dalam ekspor benih lobster pada Desember tahun lalu.
"Yang namanya masalah benur, aduh aku kan liat benur itu kan udah halus udah gitu anak lobster kecil, bening dia, aduh bayangkan saya sampai mikir," katanya dalam webinar penghargaan Kalpataru, Kamis (7/1).
"Kenapa ya hanya karena uang kita berikan milik kita sendiri kepada orang lain, sedih saya, sedih," tambah dia.
Menurut Presiden RI ke-5 ini, benur lobster lebih baik dilepas ke laut. Jika sudah besar baru bisa ditangkap.
"Menurut saya sih udah saja biar dia hidup di laut seneng seneng berenang sampai suatu saat ada klasifikasi ukuran nangkap itu, enggak ada kita klasifikasi lho," katanya.
Diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka karena menerima suap dalam kasus korupsi ekspor benih lobster. Politisi Gerindra itu ditetapkan tersangka dengan 6 orang lainnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya