Dicap raja delay, Lion Air sebut tak ada maskapai 100 persen on time
Merdeka.com - Maskapai penerbangan Lion Air memiliki rekam jejak buruk soal waktu penerbangan. Bahkan, maskapai ini dijuluki raja delay lantaran selalu bermasalah dalam ketepatan penerbangan. Yang terparah kejadian pekan lalu saat 16 penerbangan Lion Air mengalami delay yang berimbas terlantarnya ribuan penumpang.
Direktur Umum Edward Sirait berdalih tidak ada maskapai yang on schedule, sesuai jadwal penerbangannya. Sekelas maskapai penerbangan terbaik dunia pun, kata dia, tidak bisa menghindari dari keterlambatan penerbangan.
"Bicara maskapai di dunia belum ada on time performance (OTP) yang 100 persen tidak mengalami delay," ujarnya di Gedung Lion Air, Jakarta, Senin (23/2).
Edward mengakui, maskapai yang dipimpinnya menargetkan ketepatan waktu penerbangan 87 persen. Target tersebut sudah sejalan berdasarkan perbaikan standar operation procedure (SOP)
"Target OTP kami berapa dari dasar itu kami akan lakukan perbaikan standar operating prosedur. Kami kejar OTP sebesar 87 persen, sekarang di bawah 80 persen," jelas dia.
Pihak manajemen maskapai berlogo singa tersebut juga pesimis mampu mencapai target OTP 87 persen. "Salah satunya dengan reset up pesawat. Untuk 100 persen tidak mungkin. Untuk sampai 87,5 persen usahakan sekuat mungkin," ungkapnya.
Sebelumnya, anggota Komisi V DPR, Nizar Zahro meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mencabut izin maskapai Lion Air. Hal itu akibat Lion Air kerap delay sehingga merugikan masyarakat. Bahkan, kali ini Lion Air delay sampai tiga hari sejak Rabu (18/2) lalu.
"Saya atas nama anggota Komisi V meminta Kemenhub untuk memberikan teguran ke Lion Air dan kalau memang sesuai Undang Undang dicabut saja izinnya karena Lion ini maskapai raja delay," kata Nizar Zahro dalam pesan singkat kepada wartawan, Jumat (20/2). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya