Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp13.982 per USD

Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp13.982 per USD dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Kamis (11/6). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp13.925 per USD, atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.980 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat ke Rp13.913 per USD usai pembukaan. Namun kembali melemah dan saat ini berada di posisi Rp13.980 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar Rupiah menguat setelah pengumuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat The Fed. Hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan suku bunga acuan The Fed tetap pada level 0,25 persen.

"Hasil rapat moneter bank sentral AS The Fed dini hari tadi bakal menjadi "mover" untuk rupiah hari ini," kata Ariston di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (11/6).

The Fed juga menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga dan tetap mendukung pembelian obligasi hingga 2022. Pernyataan tersebut mengindikasikan ekonomi AS masih akan melemah dalam waktu yang cukup lama.

"Pernyataan ini memberikan tekanan untuk dolar AS sehingga ini berpotensi mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS pagi ini," ujar Ariston.

Tapi di sisi lain, pernyataan The Fed itu menyiratkan ekonomi global tidak akan pulih seperti sebelum wabah dalam waktu dekat. Selain itu pasar mewaspadai gelombang kedua di negara yang sudah membuka ekonominya di tengah pandemi.

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 malah semakin naik, yang berpotensi memperketat kembali aktivitas ekonomi. "Ini bisa memberikan sentimen negatif ke aset berisiko," katanya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP