Dibantu Bank BRI, Bos Bukopin Optimis Likuditas Terus Membaik
Merdeka.com - Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Achmad Purwantono mengatakan kehadiran Tim Technical Assistance Bank BRI dapat membantu persoalan bank tersebut dalam situasi perekonomian nasional yang kurang baik saat ini.
"Ini bagus sekali, pendampingan BRI sangat penting bagi kami di tengah pandemi," kata Rivan dikutip dari Antara, Rabu (1/7).
Rivan mengatakan bank pelat merah itu telah memberi bantuan untuk mengatasi persoalan treasury dan operasional serta bantuan lainnya dalam beberapa hal nonteknis.
Menurut dia, Bukopin juga terus menunjukkan komitmen dalam bekerja sama dengan BRI karena kedua bank memiliki kultur kerja yang sama. "Segmentasi kami juga sebenarnya sama, cuma klasternya yang berbeda," katanya.
Oleh karena itu, Rivan optimistis likuiditas Bukopin akan terus membaik, apalagi pendampingan ini juga merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional.
Tim Technical Assistance Bank BRI telah aktif bekerja membantu Bank Bukopin sejak 18 Juni 2020 untuk menindaklanjuti surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Juni 2020.
Dalam surat itu, OJK meminta BRI untuk memberikan bantuan asistensi kepada Bank Bukopin yang mengalami masalah likuiditas dan operasional bank.
Tim tersebut telah berkantor di Kantor Pusat Bank Bukopin dan berkomunikasi dengan manajemen terkait langkah-langkah strategis yang perlu segera diambil untuk mengatasi permasalahan.
Ketua Tim Technical Assistance BRI Johanes Kuntjoro Adisardjono menyakini upaya pendampingan yang sedang dilakukan dapat memulihkan persoalan likuiditas yang dialami oleh Bank Bukopin.
Dia menambahkan upaya maksimal juga sedang dilakukan oleh semua pihak, termasuk manajemen Bank Bukopin, pemegang saham maupun regulator untuk menjaga stabilitas likuiditas.
"Harapan kami, masyarakat dan nasabah tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan karena proses pemulihan sedang berjalan. Kami optimistis bahwa kondisi akan semakin membaik," ujarnya.
OJK Setujui
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk. melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham. Penggunaan dana nantinya seluruhnya digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit.
Hal ini sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. pada 24 Oktober 2019. Dalam Prospektus PUT V PT Bank Bukopin Tbk. dinyatakan bahwa kedua pemegang saham utama, yaitu PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank Co. Ltd. (Kookmin) menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT V.
Dalam PUT ini, Kookmin bertindak sebagai Pembeli Siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya, hal ini sesuai dengan rencana Kookmin menjadi Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk.
"OJK mendukung aksi korporasi PT Bank Bukopin Tbk. yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan PT Bank Bukopin ke depan," demikian siaran pers OJK, Selasa (30/6).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya