Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dibanding JSS, Kemenhub lebih pilih perkuat Fery Jawa-Sumatera

Dibanding JSS, Kemenhub lebih pilih perkuat Fery Jawa-Sumatera Aktivitas Kapal Feri. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mengklaim angkutan antar pulau Jawa-Sumatera sebaiknya diperkuat lebih dulu sebelum ada pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Hal itu dirasa lebih strategis, karena realisasinya bisa lebih cepat.

"Kita butuh sesuatu untuk membangun Jawa Sumatera, yang akan kita kembangkan dalam waktu dekat adalah memperkuat ferry. Sambil kita menunggu," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (18/3).

Dia melihat, situasi transportasi penyeberangan belum terlalu ideal. Padahal, jika dibenahi konektivitas Jawa-Sumatera akan meningkat.

Dari pantauan Kemenhub, masalah utama terletak pada jalur Fery yang dikuasai PT ASDP, Badan Usaha Milik Negara. Bambang mengaku pihaknya berusaha membuat kajian supaya swasta bisa berperan dalam bisnis tersebut.

"Kalau swasta mau bangun jalur Fery Jawa-Sumatera, kita persilakan," tandasnya.

Bambang menegaskan, proyek JSS yang diinisiasi Tommy Winata bukan ide Kemenhub. Regulator perhubungan mengaku punya syarat seabrek sebelum megaproyek jembatan itu dibangun.

Misalnya, harus ada jalur yang terintegrasi dengan kereta api. Itu agar JSS tidak hanya mendorong penggunaan mobil pribadi, tapi sekaligus angkutan umum.

Selain itu, jembatan itu tidak boleh mematikan bisnis Fery. "Kita minta  JSS itu juga ada jalur kereta. Kedua penuhi kaidah International Maritime Organization, ketiga kita harus melihat posisi dari feri-feru yang ada sekarang," kata Bambang. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP