Di Tengah Pandemi, Pemerintah Dorong Ekspor Makanan dan Minuman RI ke Mesir
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menggenjot ekspor produk makanan dan minuman (Mamin) Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan yaitu membuka pasar baru ke kawasan Afrika Utara.
"Kawasan Afrika Utara, khususnya Mesir, merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk pangan olahan dari Indonesia. Diharapkan akses pasar produk pangan ke Mesir dapat dimanfaatkan dengan optimal," jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan di Jakarta, Jumat (3/7).
Menurutnya, Indonesia berpeluang besar meningkatkan ekspor pangan olahan di pasar global. Sebab, kini makanan olahan menjadi alternatif pilihan yang dicari masyarakat karena dapat disimpan lebih lama dibandingkan pangan segar.
Selain itu, masyarakat cenderung lebih memilih masak di rumah dan menyukai produk-produk yang bernutrisi. Dalam rangka memenuhi keamanan pangan dan menjaga higienitasnya.
Kasan menyebut pandemi Covid-19 juga berdampak besar terhadap perdagangan global. Antara lain terjadinya perubahan pola perdagangan global, peningkatan biaya logistik, kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif, dan adanya ancaman resesi ekonomi global.
Sedangkan, dampaknya bagi perdagangan nasional yakni meningkatkan potensi inflasi barang pokok akibat terganggunya logistik dan distribusi, terhambatnya aktivitas perdagangan antarpulau, terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat, serta melemahnya daya beli masyarakat.
Susun Strategi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comOleh karena itu, pemerintah menyusun beberapa strategi guna meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia di pasar global. Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor unggulan.
Ada lima produk ekspor makanan olahan Indonesia terbesar ke Mesir pada 2019, yaitu saus, bumbu, rempah, olahan ikan dan tuna. Selain itu, produk makanan olahan Indonesia yang potensial di Mesir yaitu produk perikanan, food preparations, kopi, cokelat, biskuit dan makanan ringan.
Kedua, meningkatkan penetrasi pasar dengan melakukan penyelesaian perundingan dan hambatan perdagangan, serta penguatan promosi dagang dan branding. "Peningkatan penetrasi pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, penjajakan kesepakatan dagang virtual, serta pendampingan ekspor selama pandemi," imbuh dia.
Ketiga, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Keempat, melakukan relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor.
"Kami terus berupaya untuk selalu memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan perdagangan. Berbagai potensi pasar harus terus digali agar ekspor produk Indonesia, khususnya pangan olahan, dapat terus meningkat," ujar Kasan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya