Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di pasar Cipinang, harga beras premium bertahan tinggi di Rp 15.000 per Kg

Di pasar Cipinang, harga beras premium bertahan tinggi di Rp 15.000 per Kg Beras di Pasar Induk Cipinang. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Harga beras jenis premium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih terpantau mahal. Tingginya harga jual tersebut dipicu lantaran masa panen raya yang masih terjadi hanya dibeberapa bagian daerah saja. Padahal, pada Febuari hingga April mendatang sudah memasuki panen raya.

Dari pantauan merdeka.com, rata-rata beras jenis premium masih berada dikisaran Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan beras jenis medium masih diangka Rp 9.500 berbeda tipis dengan beras dari Perum Bulog yang dijual Rp 9.300 per kilogramnya.

Salah satu pedagang beras, Tony (28) mengatakan harga beras premium jenis Pandan Wangi masih terbilang tinggi. Harga jual dipasaran kata dia bisa mencapai Rp 15.000 per kilogramnya.

"Paling mahal Rp 15.000. Dominan Pandan Wangi masih tinggi. Rata-rata permintaan semua dari rumah makan," kata dia saat ditemui di Ruko pasar PIBC, Jumat, (2/3).

Meski harga beras jenis premium terbilang tingi lanjut Tony, tidak mempengaruhi penjualan di pasaran. Sebab, dia sendiri sudah memiliki alternatif lain dan memiliki segmen pasar yang juga luas.

"Untuk meengakali beras tinggi kita nyari tempat lain. Nyari barang terus, alternatif distribusi lain. Dan kita punya segmen sendiri," imbuhnya.

Dia juga mengatakan, penyebab tingginya harga beras terjadi karena beberapa faktor. "Pertama karena panen telat karena gak seragam. Bahan baku, ditambah musim hujan beras Sumedang baru turun Rp 400 mereka gak bisa menjemur. Panen belum rata," ungkapnya.

Pedagang lainnya Ibu Sam (56), juga merasakan masih tingginya harga jual beras jenis premium. Harga tersebut, menurutnya lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu. "Jenis premium kisaran di atas Rp 12,500 masih tinggi. Karena panen sebagian, panasnya gak ada," ujarnya.

Dia juga menyayangkan, tingginya harga jual tersebut. Dengan begitu, dikatakan dia otomatis akan mempengaruhi penurunan pada daya beli masyarakat. Meski demikian, dia juga berharap nantinya, pasca penurunan harga beras tersebut harus standar dan terjangkau.

"Kalau pribadi, kalau untuk turun kasihan petani. Jenis mahal, pupuk mahal, tenaga mahal. Ya kalau bisa standar yang terjangkau aman. Apalagi sekarang musim banjir sawah gakjadi panen," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP