Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di negara ini, USD 1 setara dengan 35.000 triliun

Di negara ini, USD 1 setara dengan 35.000 triliun Dolar Zimbabwe. Wikipedia©2015

Merdeka.com - Negara bagian selatan benua Afrika dalam waktu dekat akan menghapus peredaran mata uang dolar Zimbabwe. Hal ini dilakukan karena buruknya inflasi di negara tersebut yang berdampak pada tidak bernilainya mata uang dolar Zimbabwe. Bagaimana tidak, USD 1 nilainya sama dengan 35 kuadriliun (35.000.000.000.000.000) dolar Zimbabwe atau bisa dibaca dengan 35.000 triliun dolar Zimbabwe.

Baru-baru ini, pemerintah menawarkan kepada masyarakat pemilik uang tunai atau deposito di bank untuk menukarkan uang mereka dengan dolar Amerika (USD). Tentu saja, nilai penukarannya adalah USD 1 sama dengan 35 kuadriliun dolar Zimbabwe.

Nilai mata uang dolar Zimbabwe mulai hancur berantakan pada tahun 2009 silam karena hiperinflasi yang terjadi di negara tersebut. Sejak saat itu, sebagian transaksi sudah dilakukan dalam dolar Amerika (USD) atau mata uang Afrika Selatan yaitu Rand. Namun, mata uang dolar Zimbabwe masih tetap digunakan. Saat ini, bank sentral Zimbabwe mencoba menghapus mata uang yang 'tidak bernilai' tersebut dalam setiap transaksi.

Pemerintah setempat memberi waktu hingga akhir September kepada masyarakat yang ingin menukarkan uang mereka. "Penarikan uang ini tertunda cukup lama sejak tahun 2009 silam," kata bank sentral Zimbabwe dalam pernyataannya yang dilansir dari CNN di Jakarta, Senin (15/6).

Zimbabwe jatuh dalam krisis ekonomi mendalam setelah Presiden Robert Mugabe mengeluarkan kebijakan radikal soal distribusi lahan pada akhir 1990-an dan awal 2000an. Negara ini akhirnya mengalami kekurangan bahan pokok kronis. Sementara itu, bank sentral Zimbabwe terus mencetak uang untuk membiayai defisit anggaran. Akhirnya terjadi kenaikan harga yang menggila di Zimbabwe. Puncaknya, harga bisa naik dua kali lipat setiap 24 jam.

Ekonom dari Cato Institute memperkirakan, inflasi bulanan Zimbabwe di 2008 mencapai 7,9 miliar persen. Angka ini hanya perkiraan karena selama ini tidak ada angka inflasi resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Selain itu, pengangguran dan pelayanan umum di Zimbabwe juga pernah runtuh. Menurut data Bank Dunia, ekonomi Zimbabwe anjlok mencapai 18 persen di 2008 lalu.

Penghapusan mata uang dolar Zimbabwe saat ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk menstabilkan inflasi dan menghidupkan kembali perekonomian Zimbabwe. Di 2014, kebijakan ini berhasil mengembalikan pertumbuhan ekonomi Zimbabwe menjadi 3,2 persen. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi Zimbabwe diperkirakan kembali melambat tahun ini. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP