Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di HUT 44 Pasar Modal, Jokowi Banggakan Ekonomi RI Tumbuh Positif

Di HUT 44 Pasar Modal, Jokowi Banggakan Ekonomi RI Tumbuh Positif Presiden Joko Widodo. YouTube @Sekretariat Presiden ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat cepat sehingga bisa keluar dari resesi, hal itu terbukti dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 yang positif di angka 7,07 persen.

"Kita bersyukur perekonomian Indonesia di kuartal II-2021 artinya di bulan April, Mei, Juni tumbuh 7,07 persen. Sebelumnya kita mengalami kontraksi yang sangat dalam minus 5,32 persen di kuartal II-2020," kata Jokowi dalam sambutannya di pembukaan perdagangan dalam rangka HUT 44 Pasar Modal, Selasa (10/8).

Menurutnya, setelah mencapai titik terendah, ekonomi negara mampu tumbuh kembali secara bertahap dan bergerak naik ke minus 3,49 persen di kuartal III-2020, lalu minus 2,19 persen di kuartal IV-2020, dan minus 0,71 persen kuartal I-2021.

"Dan akhirnya kita bisa tumbuh lebih cepat lagi hingga kita bisa keluar dari resesi," imbuhnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah positif ini dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi yang mengalami perbaikan, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi dan angka-angka ekspor impor mengalami pertumbuhan positif.

"Bahkan ekspor mampu tumbuh ke angka 31,78 persen," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga mendapatkan kabar baik dari pasar modal Indonesia, yang mencatat kenaikan jumlah investor yang signifikan. Sampai Juli 2021 meningkat 50,0 persen naik lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2017.

"Yang saya senang peningkatan investor di pasar modal didominasi investor domestik didominasi oleh kaum milenial, kenaikan jumlah investor ini akan berkontribusi untuk menahan tekanan pasar," ujarnya.

Bahkan, selama pandemi jumlah perusahaan melakukan IPO di bursa tidak menurun, jumlah IPO nya tetap tertinggi di ASEAN. sampai akhir bulan Juli 2021 tercatat ada 27 IPO baru, Pencapaian yang baik ini telah dicapai selama 4 tahun berturut-turut.

"Namun demikian kita tetap harus waspada pada Kuartal ketiga tahun 2021 ini kondisi perekonomian lebih berat, kita tahu awal bulan Juli memaksa kita untuk memperketat mobilitas masyarakat yang tentu saja berdampak pada ekonomi nasional kita," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP