Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di G-20, Menkeu minta restu agar Indonesia jadi anggota FATF

Di G-20, Menkeu minta restu agar Indonesia jadi anggota FATF Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani baru saja kembali dari pertemuan negara-negara G-20 di Jerman. Dalam pertemuan tersebut, dia meminta dukungan untuk Indonesia agar menjadi anggota Lembaga Anti Pencucian Uang Internasional atau Financial Action Task Force (FATF).

"Untuk Indonesia dalam pertemuan G-20 karena juga dibahas soal anti-money laundring dan financing entighten relation about cyber attack, di mana frekuensinya makin banyak. Kita gunakan forum itu untuk promosikan peranan dan keinginan Indonesia untuk jadi anggota TATF," ujar Ani, sapaan akrabnya di kantornya, Rabu (22/3).

Menurutnya, sangat penting jika Indonesia menjadi anggota FATF. Sebab, transaksi keuangan di Indonesia memiliki resiko transaksi lebih tinggi. Bahkan, dari seluruh anggota G-20, hanya Indonesia yang belum menjadi anggota FATF.

"Walaupun belum masuk namun sudah mulai prosesnya. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang bahkan belum mulai proses menjadi anggota FATF, dan ini membuat posisi Indonesia rapuh, karena setiap transaksi yang dilakukan di Indonesia memiliki resiko lebih tinggi. Karena Indonesia tak masuk FATF yang khusus mendeteksi anti laundering, dan drug trafficking, people trafficking dam terorism financing," katanya.

Ani menambahkan Indonesia memiliki dukungan penuh dari negara-negara G 20 untuk bergabung. Untuk itu, dirinya bersama-sama dengan PPATK dan Kemenlu, BI dan OJK akan bekerja sama agar Indonesia masuk menjadi anggota FATF

"Pembahasan saya terutama dari Jerman yang bersedia mendukung Indonesia, kemudian Prancis, Inggris, dan Australia mendukung Indonesia gabung ke FATF. Dan Kanada juga mendukung," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP