Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di depan investor Korea, Jokowi bangga subsidi BBM dicabut

Di depan investor Korea, Jokowi bangga subsidi BBM dicabut Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan tentang kebijakannya yang memotong subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 80 persen saat baru satu bulan menjadi Presiden. Pemotongan subsidi BBM, kata Jokowi, diperuntukkan untuk membangun berbagai macam infrastruktur di Tanah Air.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Indonesia-Korea Business Summit 2017 di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (14/3). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pengusaha ternama asal Korea Selatan.

"Dua tahun yang lalu dalam waktu satu bulan menjabat, saya mengurangi subsidi BBM penuh dengan lebih dari 80%. Ini adalah membebaskan USD 15 miliar dari ruang fiskal. Kita dapat relokasi termasuk untuk program pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, pemotongan subsidi BBM juga diperuntukkan untuk pembangunan proyek listrik 35.000 MW, pembangunan 1000 Km jalan tol, pembangunan 3258 Km jalur kereta api, 15 Bandara baru, 10 perluasan bandara, 20 pelabuhan laut dan perluasan pelabuhan. Pembangunan, kata Jokowi, untuk menghubungkan setiap wilayah di Tanah Air dan menggenjot bagi pariwisata domestik maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia tengah bersiap memasuki industri kreatif. Untuk hal ini, Jokowi menyebutkan Korea Selatan merupakan ahlinya. Maka dari itu, ia berharap ada kerjasama yang terjalin antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang industri kreatif.

"Kami menyadari industri yang berubah. Kami melihat untuk dapar berjalan bersama dengan kalian (Korea Selatan)" pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP