Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di AS, orang kaya lebih panjang usia ketimbang kaum papa

Di AS, orang kaya lebih panjang usia ketimbang kaum papa ilustrasi orang kaya. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini, kebanyakan warga Amerika Serikat cenderung mati muda. Berdasarkan data terbaru, The Society of Actuaries memangkas estimasi angka harapan hidup warga Paman Sam sebanyak enam bulan dari rata-rata 65 tahun menjadi 64,5 tahun.

Tren ini juga menunjukan terjadi pelebaran gap angka harapan hidup antarpenduduk. Orang tajir di negara adidaya tersebut bisa hidup lebih lama beberapa tahun ketimbang yang miskin.

Efeknya, mereka bisa menuai keuntungan finansial lantaran berumur lebih panjang. Keuntungan finansial tersebab kebaikan pembayar pajak di negara maju tersebut.

Fenomena ini dianggap krusial di tengah rencana pemerintah dan kongres AS mengubah program jaminan sosial, kesehatan, dan lainnya.

The researchers, seperti diberitakan Bloomberg, kemarin, berupaya mencari tahu seberapa panjang usia warga AS dengan menggunakan pendapatan sebagai basis kalkulasi. Grup peneliti terdiri dari 13 ekonom ternama dan satu pakar kesehatan itu menggunakan data jaminan sosial dan fokus pada pendapatan pekerja yang berada di pertengahan karir, berusia 41-51 tahun.

Studi ini hanya fokus pada pekerja pria. Sebab, The Researchers menilai data terkait pekerja wanita yang tersedia kurang bisa diandalkan.

Bagaimana hasil studi tersebut?

Pada 1980, pria 50 tahun yang berada di kelompok pendapatan tertinggi bisa berusia lima tahun lebih lama ketimbang sebayanya di kelompok terbawah. Tiga dekade kemudian, pada 2010, gap diantara kedua kelompok tersebut melebar hingga 12,7 tahun.

Dengan kata lain, pria 50 tahun di kelompok terbawah bisa berharap hidup hingga usia 76 tahun, lebih rendah enam bulan ketimbang generasi sebelumnya. Sementara, pria paruh baya di kelompok teratas bisa berusia hingga 89 tahun, tujuh tahun lebih lama ketimbang generasi orang tuanya.

Ada satu dampak penting dari kesenjangan angka harapan hidup tersebut: warga kaya di AS bisa menuai keuntungan dari program pemerintah terkait jaminan sosial, kesehatan, dan lainnya.

Tiga dekade lalu, pensiunan kaya maupun miskin mendapatkan keuntungan sama dari program pemerintah. Si kaya mendapatkan pembayaran jaminan sosial besar. Sedangkan yang miskin mendapatkan banyak manfaat dari program pemerintah yang lain, semisal Medicaid dan Social Security disability insurance.

Namun, seiring waktu, terjadi perubahan drastis. Asal berumur panjang, orang kaya di AS bisa meraup lebih banyak manfaat dari program jaminan sosial ketimbang si miskin.

Pada 1980, pria kaya paruh baya bisa mengoleksi USD 103 ribu lebih banyak ketimbang si miskin. Tiga puluh tahun kemudian, selisih melebar hingga USD 173 ribu.

Berdasarkan studi tersebut, The Researchers menilai program jaminan sosial pemerintah AS lambat laun kurang progresif.

"Ini akibat pelebaran gap angka harapan hidup."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP