Di 2015, Kinerja Pertamina dinilai kurang memuaskan
Merdeka.com - Kinerja PT Pertamina (Persero) dinilai kurang memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan adanya share down atau bagi-bagi saham Blok Mahakam, Kalimantan Timur kepada Total E&P Indonesie dan Inpex Coorporation.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaen menilaiDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto tak bisamempertahankan saham yang diberikan pemerintah di Blok Mahakam sebesar 100 persen. Keputusan bagi saham yang dilakukan Pertamina ini membuat keuntungan negara dari pengelolaan blok tersebut berkurang.
"Kalau dilihat secara keseluruhan Pertamina dibawah kepemimpinan pak Dwi Soetjipto masih kurang memuaskan. Seorang direktur utama harus bisa berani bilang kami siap 100 persen," ujar dia di Jakarta, Jumat (8/1).
Menurut dia, Pertamina dibawa komando mantan Dirut Semen Indonesia ini tak memiliki arah bisnis yang pasti. Hal ini terlihat dari laba Pertamina yang sempat anjlok hingga 47 persen pada kuartal III-2015 sebesar USD 340 juta atau setara Rp 4,7 triliun dari USD 560 juta atau Rp 8,2 triliun.
"Pertamina tahun lalu itu hanya disibukkan masalah harga dan kita tidak tahu arah perkembangan bisnisnya," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya