Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Desember inflasi pangan, Indef sebut kemiskinan potensi melonjak

Desember inflasi pangan, Indef sebut kemiskinan potensi melonjak Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat inflasi atau penaikan harga pangan pada Desember. Itu dinilai berpotensi meningkatkan angka kemiskinan di Tanah Air.

"Inflasi memang nggak akan sampai 4 persen secara year to date, kalau year on year, akan dibawah lima persen. Nah, tetapi persoalannya inflasi bahan makanan Desember naik lagi. ini yang menyebabkan berdampaknya peningkatan orang miskin, sebab sekitar 70 sampai 80 persen pengeluaran masyarakat adalah bahan makanan," kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati, Jakarta, Rabu (30/12).

Menurut Enny, penaikan harga terjadi lantaran kebutuhan pangan melonjak mengikuti pertambahan populasi. Sementara pasokan pangan kian terbatas.

Indef mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia ‎bertambah sebesar 0,86 juta orang pada maret 2015. Sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga meningkat menjadi 6,18 persen Agustus dari sebelumnya 5,81 persen pada Februari 2015.

Enny juga menilai keputusan pemerintah mengimpor beras tak tepat. Sebab, pasokan beras dalam negeri masih surplus.

Seharusnya pemerintah lebih mengoptimalkan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam stabilisasi harga.

"Kalau menjaga harga pangan sederhana, atau beras saja ini pemerintah tidak mampu, pangan itu kan basic."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP