Deposito Perbankan Tumbuh 8,5 Persen di Masa Pandemi
Merdeka.com - Senior Research Specialist Mandiri Institute, Andre Simangunsong mengatakan bahwa pertumbuhan deposit di bank saat ini mencapai 8,5 persen, tetapi penyaluran kredit hanya sebesar 1,5 persen. Sebab masa pandemi ini membuat nilai tabungan masyarakat menjadi naik, terutama masyarakat yang memiliki simpanan di atas Rp 5 miliar.
"Memang pandemi ini menyebabkan penyimpanan bank meningkat. Jumlah tabungan di perbankan melonjak tinggi dengan deposit 8,5 persen dan penyaluran kredit 1,5 persen," kata Andre pada webinar, Rabu (14/10).
Menurutnya, jika dibagi ke dalam segmen kelas tabungan masyarakat di bank, akan terlihat bahwa sebagian masyarakat kelas menengah atas semakin banyak menyimpan uang.
"Masyarakat menengah atas saat ini banyak yang menabung. alasannya bisa jadi karena mereka khawatir mengenai prospek ekonomi ke depan dan kebingungan mengalokasikan untuk pengeluaran mendadak di tengah pandemi," ujarnya
Andre mengatakan, peningkatan deposit tabungan yang paling menonjol terjadi pada nasabah bank adalah dengan nilai tabungan di atas Rp 5 miliar. "Nilai deposit yang klasifikasi di atas Rp 5 miliar meningkat secara proporsi akhir-akhir ini. Biasanya hanya 45 sampai 46, tetapi ini bisa di posisi 48,5 persen," lanjutnya
Namun, tidak sedikit masyarakat juga yang turun kelas akibat terpuruknya ekonomi karena pandemi Covid-19. keadaan itu terlihat dari semakin bertambahnya jumlah nasabah dengan nilai tabungan di bawah Rp 100 juta.
"Itu bisa disebabkan karena masyarakat yang sebelumnya masuk klasifikasi di atas Rp 100 juta, lalu menggunakan uang simpanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Nah, kondisi seperti ini juga yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat sekarang," pungkasnya.
Reporter Magang : Brigitta Belia
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya