Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Pernah Dapat Penghargaan Dunia di 2018
Merdeka.com - Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta Utara Kembali terbakar pada 23 Februari 2023 sekitar jam 20.30 WIB. Peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Pada 18 Januari 2009 lalu, tangki nomor 24 milik Pertamina pernah terbakar. Kobaran api di tangki baru padam setelah kurang lebih 10 jam. Akibat kejadian tersebut seorang petugas keamanan menjadi korban tewas.
Sebelum terjadi kebakaran hebat malam ini, Ledakan keras sempat terdengar sebelum munculnya api yang juga berdampak ke sejumlah rumah warga.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Kini, pihaknya sedang berupaya untuk memadamkan kepulan api.
"Iya (terjadi kebocoran pipa), kita sedang coba padamkan," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (3/3).
Tahun 2018 Dapat Penghargaan Dunia
Dilansir dari laman Petamina.com, TBBM Plumpang Jakarta Group mampu menghasilkan volume BBM tambahan sebanyak 1,20 juta liter atau berhasil mengurangi losses BBM hingga mencapai nilai keekonomian Rp4,89 miliar sejak Februari sampai dengan April 2018 karena memanfaatkan Vapor Recovery Unit (VRU).
Teknologi ini mampu memanfaatkan uap BBM yang dihasilkan dari penerimaan, penimbunan dan penyaluran yang terbuang percuma dengan jumlah yang signifikan.
Pemanfaatan teknologi tersebut dapat mengurangi losses penguapan, mengurangi resiko safety, dan menurunkan kadar kandungan berbahaya. Selain menghasilkan efisiensi BBM, penerapan VRU menjadi salah satu upaya Pertamina dalam menjaga kebersihan udara.
Pemanfaatan uap BBM, TBBM Plumpang memperoleh pengakuan dunia sebagai salah satu tangki penyimpanan BBM terefisien di dunia.
Tak hanya itu, keberhasilan TBBM Plumpang dalam 2nd Global Tank Storage Award 2018. Dalam ajang tersebut, TBBM Plumpang dinobatkan menjadi terbaik ke-2, setelah Saudi Aramco Terminals dalam kategori The Most Efficient Storage Terminal.
Dalam publikasi Global Tank Storage, TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia. Hal ini karena Plumpang menyuplai ke sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 eprsen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya