Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DEN: Pembangkit listrik tenaga nuklir idealnya dibangun 2100

DEN: Pembangkit listrik tenaga nuklir idealnya dibangun 2100 Ilustrasi PLTN. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) memiliki risiko tinggi dan berbiaya mahal. Terkait itu, pemerintah didorong segera membuka ruang dialog dan menyiapkan proses konsultasi publik.

"Kalau pada akhirnya membangun (PLTN), harus menanggung biaya dan dampak yang timbul karena resikonya besar," kata Anggota DEN Sonny Keraf, Jakarta, Jumat (22/5).

Dia meragukan PLTN bisa segera dibangun di Tanah Air. Menurutnya, pembangunan PLTN tidak dapat diputuskan oleh segelintir elit pemerintah.

"PLTN menjadi sebuah tanda tanya besar, mampu tidak? Seakan akan risiko PLTN tidak ada, ini yang sangat berbahaya, ini harus menjadi pertimbangan mereka," ungkapnya. "Idealnya, PLTN dibangun pada 2100."

Dia mengungkapkan, pengoperasian PLTN di sejumlah negara dipantau ketat oleh badan pengawas. Ini untuk menjamin teknologi tersebut dapat beroperasi secara aman.

"Di tingkat internasional, badan khusus PBB juga mengawasi secara ketat aplikasi teknologi nuklir untuk pembangkitan listrik dan menerapkan berbagai standar untuk memastikan PLTN komersial berjalan dengan aman," jelas dia. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP