Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Defisit perdagangan hantui Indonesia jelang liberalisasi ASEAN

Defisit perdagangan hantui Indonesia jelang liberalisasi ASEAN Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta . merdeka.com

Merdeka.com - Tinggal hitungan bulan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bakal berlaku efektif. Namun Indonesia sangat tidak siap menghadapi persaingan di sektor perdagangan jasa. Salah satu alasannya, besarnya defisit neraca perdagangan.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan defisit neraca jasa Indonesia terlampau besar. Sebagai contoh, ekspor jasa transportasi pada 2012 sebesar USD 3,8 miliar namun impor jasa sektor yang sama mencapai USD 12,5 miliar.

"Angka defisit itu sangat harus kita perhatikan. Salah satu tantangan (MEA) adalah menjaga defisit di bidang jasa," kata Bayu di Jakarta, Rabu (29/1).

Kondisi miris juga dialami, misalnya di neraca jasa asuransi. Ekspor asuransi dari Tanah Air USD 24 juta, tapi impor produk asuransi mencapai USD 1 miliar.

Data 2012 itu menurut Bayu bisa memburuk menjelang pelaksanaan MEA. "Dari sudut defisit, mungkin ekspor jasa kita naik sedikit, tapi impor kita akan tetap meningkat," cetusnya.

Dari catatan Kemendag, kesiapan Indonesia menghadapi MEA baru 83 persen. Mayoritas 17 persen persoalan ada di sektor jasa.

Sedangkan total perdagangan intra ASEAN untuk jasa, nilainya USD 44 miliar, dan antara ASEAN dengan negara lain mencapai USD 215 miliar.

Untuk mengejar ketertinggalan di bidang jasa, Bayu menuturkan sudah ada beberapa langkah untuk memperkuat basis industri jasa dalam negeri. "Ini memang tidak mudah, jasa itu komplek, bidangnya di mana-mana. Salah satu kebijakan teknis kita adalah standarisasi layanan termasuk sertifikasi profesi," urainya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP