Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Darmin sindir pemerintah dulu 'no action talk only' soal logistik

Darmin sindir pemerintah dulu 'no action talk only' soal logistik Darmin Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyindir lambannya pemerintah terdahulu menyelesaikan masalah sistem logistik Indonesia. Menurut dia, selama ini pemerintah cenderung banyak berucap namun nihil pergerakan.

‎"Memang tema mengenai logistik adalah tema yang sering kita ucapkan tapi terus terang tidak terlalu fokus kita menyelesaikan persoalannya di masa lalu," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/10).

Namun demikian, dirinya bersyukur di era pemerintah Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla (JK), permasalahan logistik menjadi fokus untuk dibenahi. Salah satunya adalah melalui pembangunan 11 Pusat L‎ogistik Berikat (PLB) yang saat ini sudah beroperasi.

Pembangunan PLB itu sendiri merupakan implementasi dari paket kebijakan jilid II, yang salah satunya bertujuan untuk mempercepat pengadan barang.

"Barang kali Presiden Jokowi adalah orang yang sangat concern mengenai hal ini. Bukan saja persoalan dwelling time yang sering dibicarakan sambil marah-marah, bahkan beliau itu bisa bercerita mengenai bagaimana packing dari mebel yang dirancang dengan bagus sehingga tidak satu sentipun space terbuang, barangnya masuk pas, disusun di truk pas sehingga efisien," tandasnya.

Keberadaan PLB dinilai mampu memangkas biaya logistik sebesar 5 - 7 persen bagi industri. Hal ini diharapkan dapat mendorong daya saing industri nasional.

‎Berikut 11 PLB yang telah beroperasi di Indonesia :

1. PT Cipta Krida Bahari di Cakung, Jakarta, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan.

2. PT Petrosea Tbk. di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan.

3. PT Pelabuhan Panajam Banua Taka yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untuk mendukung industri migas dan pertambangan.

4. PT Kamadjaja Logistics di Cibitung, Jawa Barat, yang menampung barang untuk mendukung industri makanan dan minuman.

5. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang menampung barang untuk mendukung industri otomotif.

6. PT Agility International yang berlokasi di Halim, Jakarta dan Pondok Ungu, Jawa Barat yang menampung barang untuk mendukung industri personal care/home care.

7. PT Gerbang Teknologi Cikarang (Cikarang Dry Port) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, yang menampung kapas untuk mendukung industri tekstil.

8. PT Dunia Express di Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat yang menampung kapas untuk mendukung industri tekstil.

9. PT Khrisna Cargo International di Benoa dan Denpasar, Bali, yang menampung barang untuk mendukung industri kecil dan menengah.

10. PT Vopak Terminal Merak berlokasi di Merak, Banten, yang menampung barang untuk mendukung industri tekstil sintetis (bahan kimia).

11. PT Dahana (Persero) yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, yang menampung barang untuk industri migas dan pertambangan.‎

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP