Darmin sebut proyek infrastruktur picu lonjakan utang luar negeri
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution beralasan tingginya kebutuhan pembiayaan infrastruktur memicu lonjakan utang luar negeri.
"Begini, kami itukan membangun infrastruktur banyak sekali. Kami usahakan mayoritas swasta, BUMN, dan APBN. Tapi nggak cukup juga pengeluaran negara untuk infrastruktur," ujar Darmin seusai menggunakan hak untuk memilih gubernur DKI Jakarta, di TPS Liga Mas Pancoran, Rabu (19/4).
Dia menjelaskan, pemerintah tengah fokus menggenjot pembangunan infrastruktur. Ini bertujuan untuk menggerakan perekonomian rakyat
"Sudah bertahun-tahun pembangunan infrastruktur nggak jalan atau jalan tapi sangat lambat, nggak memadai. Akibatnya ekonomi rakyat enggak bergerak," katanya.
"Itu sebabnya perlu percepatan pembangunan infrastruktur. Apa boleh buat itu perlu biaya. Tapi sekali investasi, terpakainya 20-30 tahun."
Bank Indonesia mencatat, per Februari lalu, utang luar negeri sebesar USD 321,70 miliar. Naik dibanding Januari 2017 dan Desember 2016, masing-masing USD 320,92 miliar dan USD 316,78 miliar.
Dari utang sebesar itu, sebanyak USD 158,16 miliar merupakan pinjaman pemerintah dan Bank Indonesia (USD 3,8 miliar).
Sisanya, USD 159,73 miliar, utang swasta. Terdiri dari utang perbankan USD 29,31 miliar dan nonperbankan USD 130,42 miliar.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya