Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Darmin sebut gejala meningkatnya kemiskinan sudah sejak 2 tahun lalu

Darmin sebut gejala meningkatnya kemiskinan sudah sejak 2 tahun lalu Pemukiman kumuh di kolong Tol Pluit. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah penduduk miskin per Maret 2015 mencapai 28,59 juta atau 11,22 persen. Terjadi kenaikan sekitar 860.000 orang jika dibandingkan posisi September 2014.

Menteri Koordinasi bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tidak heran dengan kenaikan angka kemiskinan. Dia telah memprediksi itu, bahkan sejak dua tahun lalu. Gejala naiknya jumlah penduduk miskin sudah terlihat sejak 2013 ketika harga komoditas unggulan ekspor mulai menurun. Imbasnya, beberapa industri memutuskan mengurangi pekerja karena seretnya pemasukan.

"Orang di luar Jawa itu sebagian besar menanam karet, kelapa sawit, kopi dan macam-macam yang harganya turun. Harganya turun artinya apa? Income turun. Memang itu tidak di Jawa, yang terbanyak di luar Jawa terutama Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi," ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9).

Berdasarkan data BPS angka kemiskinan tertinggi di luar Jawa, khususnya di pedesaan. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengklaim, atas dasar itu pemerintah gencar menggenjot dana desa. Harapannya dana ini bisa jadi salah satu obat menggerakkan kembali roda perekonomian desa yang pada akhirnya bisa menekan angka kemiskinan.

"Dalam rangka itulah dana desa itu dirancang. Sehingga untuk apa? Jangan aneh-aneh deh bikinnya. Jalan desa, jembatan, pompa, saluran irigasi. Supaya apa? Jangan pakai mengundang tenaga kerja dari tempat lain, dari sana (desa) bisa. Masak bikin saluran irigasi tidak bisa," tegasnya.

Mantan Dirjen Pajak era SBY ini menegaskan, dana desa‎ rencananya akan ditambah dua kali lipat. Alasannya, kebijakan ini bisa mendorong terbukanya lapangan kerja di desa. Namun, diakuinya, dana desa tidak sepenuhnya bisa menghapus angka kemiskinan di Indonesia.

"Tahun depan itu akan dinaikkan kalau tahun ini Rp 20 triliun, tahun depan dinaikkan Rp 40 triliun, jadi Apa bisa menyelesaikan seluruhnya (persoalan kemiskinan)? Tidak. Tapi mungkin membantu," tutup Darmin.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP