Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Darmin: Neraca perdagangan surplus tanda ekonomi RI membaik

Darmin: Neraca perdagangan surplus tanda ekonomi RI membaik Darmin Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Neraca Perdagangan Indonesia pada Februari 2016 mengalami surplus sebesar USD 1,14 miliar. Neraca tersebut meningkat dibanding Februari 2015 sebesar USD 662,7 juta, di mana nilai ekspor Februari 2016 sebesar USD 11,30 miliar dan nilai impor Februari 2016 sebesar USD 10,16 miliar.

Melihat hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pencapaian tersebut merupakan angka yang tinggi. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan ekonomi di Indonesia, terutama dalam ekspor dan impor.

"Nah itu memang ini kan situasinya ekspornya naik impor ya masih turun, sehingga sudah jelas ini menunjukkan bahwa ekonominya ekspornya bergerak, ya artinya beberapa bulan ini sudah menunjukkan tanda-tanda naik secara berkesinambungan," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Selasa (15/3).

Dia menegaskan, meski masih ada impor barang modal yang tinggi, maka pemerintah juga harus meningkatkan ekspor, sehingga neraca perdagangan juga ikut meningkat.

"Sementara impornya mungkin ya barang modal belum banyak tapi sebetulnya kalau ekonomi kita sudah betul-betul bergerak naik, impornya mestinya pelan-pelan juga naik, jadi ya ekonominya membaik tapi lebih kurang ekspornya yang lebih kurang membaik," kata dia.

Seperti diketahui, Kepala BPS Suryamin mengatakan kinerja perdagangan membaik setelah membukukan surplus USD 50,6 juta pada Januari 2016. Surplus neraca perdagangan Januari-Februari 2016 surplus USD 1,15 miliar dengan nilai ekspor USD 21,78 miliar dan nilai impor USD 20,63 miliar.

"Selama lima tahun terakhir pada Februari ini tertinggi, di mana tahun 2012 surplus, lalu 2013 defisit USD 297,7 juta, pada 2014 surplus USD 843,4 juta dan 2015 juga surplus USD 662,7 juta," ujar dia di kantornya, Jakarta, Selasa (15/3).

Suryamin menjelaskan, surplusnya neraca perdagangan Februari 2016 dipicu surplus sektor migas USD 0,01 miliar dan sektor non migas USD 1,14 miliar.

"Nilai ekspor Februari 2016 naik 7,80 persen dibanding ekspor Januari 2016. Sementara dibanding Februari 2015 turun 7,18 persen," jelas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP