Daripada takluk, warga RI diyakini rela tak makan daging sapi Aussie
Merdeka.com - Asosiasi pengusaha daging olahan nasional (Nampa) menegaskan banyak negara berminat memasok daging ke Indonesia. Itu cukup untuk mengantisipasi Australia menjalankan niatnya membatalkan misi dagang dengan Indonesia.
"Sudah ada beberapa (negara) yang tertarik. Pakistan, India dari dulu, Irlandia, Jepang juga Uruguay," kata Juru Bicara Nampa Hanifar saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (4/3).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop menyatakan misi dagang dengan Indonesia tak patut dilanjutkan. Itu sebagai bentuk protes Australia akan pelaksanaan hukuman mati warga negaranya lantaran terlibat perdagangan narkoba.
Diakui Hanifar, Indonesia ketergantungan sapi impor Australia. Ini lantaran sapi Australia sudah terlanjur dipersepsikan paling terbebas dari penyakit.
Sekedar ilustrasi, sebanyak 17 ribu ton dari dari 20 ribu ton daging impor berasal per tahun dari Negeri Koala. "Sedangkan sisanya dari dalam negeri," katanya.
Jika pasokan daging Australia terhenti, menurut Hanifar, maka stok nasional cukup hingga Mei. Sehingga, pemerintah perlu mencari pemasok baru untuk menutupi kebutuhan di semester kedua tahun ini
"Apalagi nanti permintaan akan meningkat saat lebaran atau bisa ganti dengan daging ayam atau kambing," tuturnya. "Saya kira masyarakat juga tidak masalah lah untuk tidak makan daging sapi dulu, daripada harus tunduk dengan ancaman Australia kan."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya