Dari target Rp 30 T, Kemenkeu sudah raup Rp 17 T dari penerbitan SBN Ritel
Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel) dalam bentuk Obligasi Negara Ritel seri 015 (ORI015). Selanjutnya, SBN Ritel lain yakni Sukuk Tabungan Negara akan kembali dirilis pada November 2018.
Total, Kemenkeu akan mengeluarkan sebanyak 4 instrumen obligasi ritel pada 2018 setelah sebelumnya menerbitkan surat berharga syariah negara (Sukuk) dalam bentuk Sukuk Ritel, serta suku bunga obligasi simpanan ritel (Saving Bond Retail/SBR) sebanyak dua kali.
Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kemenkeu, Loto Srinaita Ginting, menargetkan keempat SBN Ritel tersebut dapat memberi pemasukan sekitar Rp 30 triliun.
"Kita rencana 2018 targetnya untuk SBN Ritel Rp 30 triliun. Sekarang sudah tercapai Rp 17 triliun. Jadi sebenarnya ada sisa Rp 13 triliun untuk ORI015 dan Sukuk Tabungan," jelas dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/10).
Secara target pendapatan untuk dua SBN Ritel terbaru ini, dia akan menyesuaikan agar keduanya bisa meraih target sisa Rp 13 triliun.
"Menyesuaikan, yang tersisa dari ORI ini berapa. Kalau misal dia demand Rp 11 triliun, tersisa Rp 2 triliun. Tapi kalau demand dari Sukuk Tabungan Negara lebih dari Rp 2 triliun, bisa saja kita upsize," sebutnya.
Untuk penjualan produk ORI015, investor baru bisa membelinya secara tidak langsung melalui 17 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum dan perusahaan efek.
"Kalau secara langsung mengambil kuota nasional. Kalau tidak langsung mengambil kuota mitra distribusi," terang dia. Yang ORI masih secara tidak langsung. Tapi bukan berarti tidak menggunakan online, tapi secara tidak langsung," tutur dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya