Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari sisi daya beli, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibanding Singapura

Dari sisi daya beli, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibanding Singapura Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut bahwa harga rokok di Indonesia sudah tergolong mahal dibandingkan sejumlah negara lain. Bahkan, harga rokok di Indonesia lebih tinggi dari negara seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

"Kalau dilihat dari pendapatan per kapita, harga rokok kita sudah termasuk tertinggi di dunia," kata Yustinus seperti ditulis Antara, Kamis (10/4).

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui 'rasio Price Relative to Income (PRI)' atau rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Di lain hal, saat ini banyak orang yang terlibat di dalam industri rokok, mulai dari hulu sampai hilir. "Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, jumlah pekerja di industri rokok mencapai lebih dari 6 juta orang, sehingga efeknya terhadap perekonomian negara akan turut terkena dampak dari terpuruknya industri rokok," jelasnya.

Selama ini, katanya, industri rokok menjadi andalan pemerintah untuk penerimaan negara dari cukai industri hasil tembakau.

Untuk 2018, pemerintah menargetkan penerimaan dari cukai industri hasil tembakau (IHT) sebesar Rp 148 triliun.

"Jadi jangan dilihat hanya sebagai pengendalian, dengan harga naik kemudian semua beres. Justru ini jangan sampai membuat komplikasi-komplikasi baru yang akan merugikan perekonomian secara keseluruhan," ujarnya.

Kepala Humas Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Deni Sujantoro mengatakan harga rokok Indonesia sudah mahal.

"Kita juga harus lihat harga Rp 10.000 di kita, tentu beda dengan Rp 10.000 di Singapura. Itu tergantung pada pendapatan domestik bruto, termasuk pendapatan perkapita masyarakat. Kalau kita lihat, kita di ASEAN juga sebenarnya harga rokok sudah termasuk tinggi," tukas Deni.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP