Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari pada merek mewah tapi palsu, konsumen baiknya beli produk lokal

Dari pada merek mewah tapi palsu, konsumen baiknya beli produk lokal Ilustrasi belanja. ©2012 Shutterstock/Valua Vitaly

Merdeka.com - Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo angkat bicara mengenai maraknya barang palsu atau KW beredar di pasar Indonesia. Banyaknya produk palsu karena tingginya permintaan konsumen dalam negeri.

Widodo mengakui, keberadaan barang palsu sangat merugikan perekonomian Indonesia. Untuk itu, dia memintah kepada konsumen Indonesia untuk memilih produk dalam negeri ketimbang barang KW. Selain itu, harga produk dalam negeri juga jauh lebih murah ketimbang harga barang impor KW.

"Menurut hemat saya itu, konsumen Indonesia kalau tidak mampu membeli barang asli, jangan beli barang yang KW. Beli barang dalam negeri saja," ujar dia kepada merdeka.com, Jakarta.

Dengan begini, konsumsi produk dalam negeri akan meningkat sehingga akan berdampak pada meningkatnya investasi di bidang industri. "Kalau industri dalam negeri berkembang akan semakin banyak Investasi di bidang industri dan makin banyak penyerapan tenaga kerja sehingga masyarakat lebih sejahtera karena negaranya sejahtera juga. Konsumen kita dianjurkan jangan beli yang kw," kata dia.

Selain itu, dia meminta konsumen Indonesia cerdas dalam memilih produk-produk dalam negeri. Pasalnya, kemajuan industri dalam negeri ditentukan oleh rakyat Indonesia sehingga konsumen dituntut untuk lebih peduli produk dalam negeri.

"Itu yang harus didorong oleh kita sendiri. Misalnya, 250 juta rakyat Indonesia itu menggunakan produk dalam negeri, ini akan memajukan industri dalam negeri. Negaranya akan sejahtera dan makmur," tegasnya.

Harga barang palsu memang sangat memukau karena jauh lebih murah dari produk asli. Dengan merek yang sama, sekilas mata tidak akan ada perbedaan antara produk asli dan produk palsu.

Bentuk barang KW hampir sama dengan barang asli. Namun, jika ditelisik lebih teliti, bahan asli barang KW sangat jauh berbeda dengan barang asli.

"Harga barang KW itu sangat jauh dibanding harga barang asli. Biasanya harganya hanya 10-20 persen dari harga aslinya," ujar Derry (35), penjual sepatu KW di Taman Puring, Jakarta.

Dia mencontohkan sepatu futsal Adidas KW dipatok harga Rp 200.000 per pasang. Sedangkan, kata dia, harga sepatu asli dengan jenis yang sama hampir mencapai Rp 700.000 per pasang.

"Dari bentuk sama hanya kualitasnya beda jauh. Sepatu asli paling bisa digunakan hampir 2 tahun. Kalau sepatu KW paling hanya 3 bulan," kata dia.

Sementara itu, Enny, penjual tas mengatakan bahan dasar tas impor kw sangat jauh berbeda dengan bahan tas original. Sedangkan, untuk harga tas impor kw pun bervariasi. Ada yang mulai Rp 300.000 hingga Rp 5 juta per buah.

"Kalau Kw super itu bahannya agak mirip kalau dilihat sekilas dan itu harganya lebih mahal ketimbang KW 3. Harga KW super biasanya dipatok Rp 5 juta per buah untuk tas merek Hermes," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP