Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari omzet Rp 900.000, kini Sido Muncul rambah pasar Eropa

Dari omzet Rp 900.000, kini Sido Muncul rambah pasar Eropa Sidomuncul. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat bercerita mengenai perjalanan perusahaannya yang mengolah industri jamu dan herbal yang telah merambah pasar internasional. Awal mula perusahaan ini berdiri tahun 1970-an hanya mengandalkan omzet Rp 900.000 dan 5 orang karyawan.

Pada masa itu, Sido Muncul membulatkan tekat untuk memperkenalkan jamu dan herbal di masyarakat Indonesia. Irwan mengakui, perjalanan ini tidaklah mudah karena rata rata orang Indonesia menyukai jamu tanpa merek untuk dijadikan obat.

Tidak hanya itu, Sido Muncul juga harus bersaing dengan industri padat karya lainnya yang mengeluarkan produk yang sama. Hal ini sangat berdampak pada perusahaan di mana pertumbuhan penjualannya hanya 1,5 persen kala itu.

"Kita bandingkan tahun 1990 kita tumbuhnya masih hanya 1,5 persen, rata-rata orang Indonesia tidak mengerti tapi diminum (jamu)," ucap Irwan akhir pekan ini di Jakarta.

Namun demikian, usaha penjualan jamu dan herbal masih terus dilakukan. fakta berkata lain, jamu buatan Sido Muncul ternyata laku keras di luar negeri. Pesanan dari negara tetangga maupun Eropa terus masuk. Akhirnya, Sido Muncul bisa bertahan dan penjualan terus meningkat.

"Dulu tahun 1990 hingga 1992 kami berpikir bagaimana membuat industri jamu laku meski kecil. Sekarang malah bagus, semua jamu di ekspor ke mana-mana bahkan di impor negara maju, wisatawan banyak yang bawa tolak angin (jamu). Industri jamu itu akan 'sunrise' jadi industri," tegasnya.

Setidaknya, saat ini Sido Muncul sudah mengeluarkan 200 jenis produk jamu yang mempunyai pangsa pasar di negara Asean seperti Kuala Lumpur, Singapura, Hongkong, Australia, Nigeria, Arab Saudi, Yaman, Suriname, dan Eropa. Irwan juga menyebut, lewat jamu Indonesia bisa terkenal di luar negeri.

Irwan menyebut pangsa pasar jamu di Indonesia masih terbuka lebar karena masih banyak masyarakat yang belum terbiasa dengan jamu bermerek. Dia optimis perusahaannya akan terus maju ke depannya..

Menurut Irwan, berkat kerja keras semua pihak, kini perusahaannya mampu meraup keuntungan hingga Rp2,4 triliun pada tahun 2013 dan mempunyai 4.000 karyawan. Sido Muncul juga menjadi satu-satunya perusahaan jamu dan herbal yang telah melantai di bursa saham Indonesia. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP